“Kami datang bukan sendiri,” ujarnya kepada tim investigasi di lokasi.
Menurut pengakuannya, sejumlah tokoh masyarakat desa dan masyarakat juga berada di sekitar lokasi saat peristiwa berlangsung termasuk, kepala desa, damang dan pihak aparat kepolisian dari polsek.
Namun ketika diminta menjelaskan lebih rinci mengenai kronologi yang terjadi, Petrus menyampaikan urutan kejadian berdasarkan apa yang ia ingat.
Petrus kemudian menjelaskan, saat itu pihak perusahaan membawa ratusan orang security (keamanan) dengan didampingi aparat kepolisian, juga TNI, mereka datang sembari membawa karyawan untuk memanen buah kelapa sawit di areal objek sengketa.
“Kami bersama kepala desa, damang dan para tokoh masyarakat ditemani warga setelah mengetahui aktivitas panen itu, kemudian menyambangi pihak perusahaan dan berupaya mengingatkan jika lahan yang sedang mereka panen adalah lahan yang menjadi objek sengketa yang belum ada penyelesaian,” jelas Petrus.
Disitulah bermulanya situasi mulai tegang, Petrus bersama warga kemudian mengusir pihak perusahaan untuk mundur dari lokasi lahan yang masih menjadi objek sengketa yang belum ada penyelesaiannya.
Disatu sisi menurut Petrus, tokoh masyarakat, kepala desa, dan juga damang menjadi penengah dikala situasi saat ini sempat memanas bahkan beberapa aparat keamanan sempat mengokang senjata api dan mengarahkan ke beberapa warga hingga kearah damang Yustinus Saling Kupang.
Kondisi tersebut memantik perdebatan cukup panas di lapangan antara warga dan pihak perusahaan, bahkan menurut keterangan saksi di lokasi kejadian ada warga sebut saja pemuda yang berusaha melindungi damang dari laras dingin senjata api yang diarahkan kepada damang.
“Tembak saja sini tembak saja sini ungkap pemuda yang berdiri di garis tepat didepan damang yustinus mendapat perlakuan intimidasi dari pihak aparat keamanan,” jelas Petrus menirukan ucapan aksi heroik pemuda tersebut.
Tim investigasi mencatat bahwa keterangan tersebut merupakan versi Petrus Limbas dan masih perlu dipertemukan dengan keterangan pihak lain.
Sebab pada tahap ini, terdapat lebih dari satu narasi yang berkembang mengenai apa yang terjadi hari itu. Di tengah penjelasannya, Petrus beberapa kali menunjuk area tertentu.
Ia mencoba menjelaskan posisi orang-orang yang menurutnya berada di lokasi. Di mana warga berdiri, Di mana tokoh adat berkumpul, Dan dari arah mana sejumlah pihak datang.
Bagi tim investigasi, detail semacam ini menjadi penting, karena dalam banyak perkara lapangan, lokasi sering menjadi “saksi diam” yang membantu menyusun kembali potongan peristiwa.
Namun semakin banyak penjelasan disampaikan, semakin terlihat bahwa peristiwa ini tidak sesederhana satu narasi tunggal.














Discussion about this post