Peringatan paling keras datang pada potensi daerah lain yang justru diuntungkan dari situasi ini.
“Ini harus jadi alarm serius bagi semua pihak. Jangan sampai daerah lain justru memanfaatkan kondisi ini untuk merekrut atlet-atlet terbaik kita,” tegas Andriyanto.
Pernyataan ini memperkuat kekhawatiran bahwa jika tidak segera diatasi, Kotim bisa kehilangan kekuatan utamanya bahkan sebelum Porprov dimulai.
Desak Kepastian: Jangan Biarkan Atlet Dalam Ketidakpastian
Baca Juga : Jangan Biarkan Atlet Membayar Dosa Lama KONI Kotim
Dalam pernyataannya, Andriyanto secara tegas meminta KONI dan pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret.
“KONI dan pemerintah daerah harus segera memberikan kepastian terbuka terkait status keikutsertaan kontingen, pendaftaran atlet, hingga timeline persiapan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa atlet tidak bisa terus dibiarkan berada dalam situasi penuh tanda tanya.
“Jangan Sampai Kehilangan Lebih Banyak”
Di akhir pernyataannya, ia mengingatkan bahwa waktu tidak berpihak pada Kotim.
“Kami berharap ada langkah cepat dan konkret dari KONI. Atlet harus diberi jaminan bahwa mereka tetap bisa bertanding dan membela daerahnya sendiri,” katanya.
“Jangan sampai keterlambatan keputusan membuat Kotim kehilangan lebih banyak atlet, sekaligus kehilangan kehormatan sebagai juara umum.”
Tekanan Terus Membesar
Dengan masuknya suara mahasiswa, polemik ini kini tidak lagi hanya menjadi isu olahraga, tetapi telah berkembang menjadi tekanan publik yang luas.
Mulai dari OKP, mahasiswa, hingga atlet sendiri semuanya kini menunggu satu hal yang sama:
kepastian.
Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata, bukan tidak mungkin gelombang aksi akan membesar dan persoalan ini akan memasuki babak yang lebih panas. [Red]














Discussion about this post