Desakan Kepastian ke KONI
Dalam pertemuan tersebut, OKP menyampaikan sejumlah tuntutan yang bersifat konstruktif. Mereka meminta KONI untuk segera memberikan:
1. Kepastian status keikutsertaan Kotim di Porprov
2. Penjelasan terbuka terkait proses pendaftaran atlet
3. Timeline yang jelas agar tidak memicu kepanikan di kalangan atlet
4. Langkah konkret untuk mencegah semakin banyak atlet berpindah ke daerah lain
OKP menegaskan bahwa mereka tidak berada dalam posisi menyalahkan KONI, melainkan ingin memastikan bahwa persoalan ini tidak semakin meluas.
Atlet Menunggu, Waktu Tidak Menunggu
Di tengah dinamika ini, satu hal yang pasti: waktu terus berjalan. Sementara itu, para atlet berada dalam posisi paling rentan—menunggu tanpa kepastian, berlatih tanpa jaminan.
Jika tidak segera ada keputusan, bukan tidak mungkin eksodus atlet akan semakin besar, dan Kotawaringin Timur harus menghadapi kenyataan pahit yakni kehilangan generasi terbaiknya, bahkan sebelum mereka sempat bertanding.
Baca Juga : Porprov XIII Kalteng 2026 Digelar di Kobar, Pemprov Janji Dukung Penuh
Respons KONI: Apresiasi Kepedulian Pemuda
Ketua KONI Kotawaringin Timur, Alexius Esliter, menyambut baik langkah yang dilakukan oleh para pemuda melalui OKP, BEM, Komunitas Pemuda. Ia menilai, apa yang dilakukan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap dunia olahraga dan masa depan atlet di daerah.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kepedulian pemuda melalui OKP terhadap dunia olahraga dan nasib para atlet di Kotawaringin Timur,” ujarnya.
Namun di sisi lain, ia juga mengakui bahwa saat ini KONI tengah menghadapi kendala serius yang tidak sederhana.
Persoalan Anggaran Jadi Hambatan Utama
Menurut Alexius, salah satu kendala utama yang dihadapi KONI saat ini adalah persoalan anggaran yang hingga kini belum memiliki kepastian.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap proses persiapan menghadapi Porprov, termasuk dalam hal administrasi, pembinaan, hingga kesiapan kontingen secara keseluruhan.














Discussion about this post