Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Program-program unggulan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Abdul Razak dan Sri Suwanto (ASRI 04) fokus pada generasi muda mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, terutama anak muda.
Media sosial ramai membicarakan program-program tersebut. Namun, bagaimana reaksi partai politik pendukung dan pasangan calon lainnya? Apakah mereka akan merespons dengan program-program serupa atau justru mengkritik program ASRI 04?.
Baca Juga : Pasangan ASRI Terus Petakan Masalah di Kalteng dan Komitmen Segera diTuntaskan Jika Terpilih
Terlebih tampilan keduanya saat debat, mengenakan sepatu sport dan bercelana jeans bergaya anak muda. Menunjukkan jiwa muda meski secara usia melampaui usia anak muda.
Sementara untuk tampilan nasional dan menghormati budaya yang menunjukkan persatuan dan kesatuan di bawah NKRI, Abdul Razak mengenakan topi Laung khas Dayak, dan Sri Suwanto mengenakan blankon.
Internet gratis sampai pelosok-pelosok desa, program Rp 50 juta untuk entrepreneur muda yang ingin memulai usaha, program konten kreator di seluruh kabupaten/kota Kalteng, listrik nyala 24 jam, serta jalan mulus yang terkoneksi seluruh Kalteng.
Program-program ASRI 04 mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang disinkronkan dengan SDA melimpah.
“Dengan soft skills yang mereka miliki, tidak akan ada anak muda yang menganggur. Lapangan kerja terbuka lebar, dan berbasis teknologi,” kata Cawagub Sri Suwanto dalam opening statementnya.
Baca Juga : Koyem-SHD yakin Menang di Pilkada Kalteng 2024
Selama sepekan terakhir menjelang pencoblosan, program-program ASRI 04 memang sedang hits, menjadi perbincangan di kalangan anak muda Kalteng.
Debat terakhir ini mengambil tema “Sinkronisasi Pembangunan Daerah dan Nasional yang Inklusif dan Berkeadilan Untuk Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Bingkai NKRI”, bertempat di Swiss-Belhotel Danum, Palangka Raya, Rabu (20/11).
Infrastruktur dan SDM unggul merupakan kunci dalam membangun sinergi kuat antara pusat dan daerah. Dengan kedua faktor ini, pemerintah pusat dan daerah dapat bekerja sama secara efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mencapai tujuan pembangunan nasional.
“Sinergi pusat dan daerah kami optimalkan dengan memastikan program pemerintah pusat berjalan efektif di daerah, membuktikan bahwa kami kepanjangan tangan dari pemerintah pusat,” ujar Cagub Abdul Razak, dikenal dengan panggilan “Babe”, dalam paparannya.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Tengah, Sastriadi, dalam sambutan debat ketiga ini, mengajak seluruh pihak mengilhami tagline KPU yakni sarana integrasi bangsa, “Bahwa pasca penyelenggaraan Pilkada, semua pihak menerima hasilnya dan bersama-sama membangun Kalimantan Tengah yang kita cintai,” ujar Sastriadi.














Discussion about this post