Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Nasib malang harus diterima Anak perempuan dibawah umur (16) yang diduga mendapat perlakuan tindakan asusila hingga diperkosa oleh pria yang merupakan majikannya di tempat kerjanya di Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, pada Sabtu (13/7) siang.
Korban yang merupakan Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah terduga pelaku tersebut merupakan anak putus sekolah dan mendapatkan upah Rp.50.000,- per harinya.
Baca Juga : 2 Korban Asusila di Kotim Dapatkan Pendampingan
Pekerjaan tersebut diambilnya korban awalnya karena diajak oleh istri terduga pelaku, dan dengan alasan untuk membantu meringankan beban sang ibu, korban pun mengiyakan ajakan tersebut.
Korban bekerja di rumah terduga pelaku sejak sebulan lalu dan sejak seminggu terakhir diakui korban telah mendapat pelaku pelecehan dari terduga pelaku, seperti mencoba untuk berusaha menyentuh pipi korban.
“Sempat mau disentuh oleh pelaku ini. Tapi ulun (saya) tangkis. Saya juga sempat diminta untuk jadi selingkuhan,” katanya kepada awak media, Minggu (14/7).
Kejadian puncak pelecehan seksual yang diterima korban itu terjadi pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB dan saat korban sedang melakukan bersih-bersih, serta majikan yang perempuan sedang keluar rumah.
Melihat kesempatan itu, pelaku menurut korban ia diminta untuk menonton Film dewasa, namun korban menolak. Lalu, pelaku menarik korban dan melucuti pakaian korban dan terjadilah rudapaksa kepada korban.
Korban sempat disekap atau dilarang pelaku untuk keluar rumah, hingga istri terduga pelaku pulang sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah itu korban baru bisa keluar dan berlari setelah meminta izin istri pelaku untuk ikut latihan beladiri yang korban ikuti sebelumnya, sehingga korban pun bisa keluar dari rumah tersebut.
Kemudian, usai kejadian tersebut korban menceritakan peristiwa tersebut kepada ibunya. Dengan hati-hati ia mengatakan, ibu korban (38) merasa shock mendengar cerita yang disampaikan anaknya tersebut, yang mengakibatkan ibu korban sempat pingsan.
Korban sebelumnya sempat melapor ke Polresta Palangka Raya namun disuruh oleh petugas untuk kembali ke rumah dan harus didampingi oleh walinya. Dan, saat korban datang kembali bersama Ibunya, petugas hanya memberikan nomor untuk dihubungi oleh ibu korban dan memintanya kembali untuk datang Minggu (14/7) pagi.
Pada saat Minggu pagi, ibu korban kemudian datang kembali ke Polresta Palangka Raya, Akan tetapi kembali diminta untuk menghubungi nomor yang sudah dihubungi sebelumnya dan masih belum ada tanggapan.
Baca Juga : Wabup Prihatin Kasus Asusila Kembali Terjadi di Kotim
Merasa gamang dengan peristiwa yang dialami anaknya, Ibu korban kemudian berinisiatif untuk datang ke markas Lembaga Swadaya Rakyat (LSR) Laskar Pembela Masyarakat Tertindas (LPMT).
Menanggapi hal ini, Ketua Srikandi LSR LPMT Kalteng, Annizya menuturkan saat ibu korban dan korban datang meminta pendampingan terhadap LSR, pihak LSR menanyakan kepada ibu korban dan korban terkait dengan anaknya yang menjadi korban tersebut sudah divisum atau, kenyataan belum divisum.
“Kami memfasilitasi dan kemudian meminta ibu korban untuk mengantar anaknya melakukan visum mandiri di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya,” ucapnya.
Selain itu Ketua LPMT Kalteng, Agatis Ansyah menambahkan pihaknya setelah mendapatkan cerita dari ibu dan anak yang menjadi korban tersebut, langsung mendatangi ke rumah terduga pelaku bersama ibu korban dan korban.
“Saat kami datang bersama korban dan ibunya ke rumah pelaku, istri terduga pelaku mengatakan bahwa suaminya tidak ada di rumah, saat meminta nomor hp milik suaminya ia berdalih kalau hp miliknya rusak,” jelasnya.
Agatis juga sempat membeberkan bahwa keluarga terduga pelaku sempat datang ke markas LSR dan meminta korban untuk meminta tidak dilaporkan.
Baca Juga : Oknum Perwira Terdakwa Asusila Wajib Bayar Restitusi Rp10 Juta
“Istrinya berdalih kalau suaminya memiliki anak dan istri, kasihan nanti suaminya kalau dilapor,” ujarnya.
Agatis mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mengawal kasus tersebut dan pendampingan hukum yang terjadi ini hingga tuntas.“Kami juga meminta Polisi untuk membantu kasus ini agar cepat ditangani,” tutupnya.[Red]














Discussion about this post