Kaltengtoday.com, Kasongan – Anggota DPRD Kabupaten Katingan Sugianto mengatakan, keterbatasan akses internet membuat guru dan siswa di wilayah terpencil sulit mengakses sumber belajar daring dan platform digital. Padahal, hal itu kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kurikulum modern.
Baca Juga : Pemkab Barut Prioritaskan Layanan Internet di 43 Desa Blank Spot
” Saya berharap pemerintah daerah menjadikan masalah blank spot sebagai perhatian prioritas. Jika akses internet bisa merata, para siswa dan guru di seluruh Katingan akan memiliki peluang yang sama untuk meningkatkan kompetensi serta daya saing,” Katanya, Sabtu (20/9/2025).
Dia menilai, keterbatasan jaringan internet ketinggalan berpotensi memperlebar kesenjangan mutu pendidikan informasi antara perkotaan dan pelosok. Menanggapi hal itu, kondisi geografis yang luas tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pemerataan
” Keterbatasan akses internet masih menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan di Kabupaten Katingan. Sekitar 40 persen wilayah, khususnya di daerah pedalaman dan hulu sungai, hingga kini masih berada dalam kondisi blank spot,” bebernya.
Baca Juga : 47 Desa di Kotim Masuk Blank Spot
Menurutnya, masalah tersebut harus menjadi prioritas oleh perangkat daerah terkait. Atensi dari pemerintah sangat ditunggu dan dinantikan dalam pemerataan pembangunan di dunia pendidikan.
” Saya dorong dan ingatkan agar pemerintah daerah bisa peduli melihat kondisi akses internet yang masih blank spot. Ketersediaan jaringan internet akan membuka dan memajukan kualitas pendidikan di Katingan,” Pungkasnya. [Red]














Discussion about this post