Kaltengtoday.com, Sampit — Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Abdul Kadir, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya kasus kriminal yang terjadi belakangan ini.
Mulai dari beredarnya video mesum pasangan muda, kasus pembunuhan terhadap wanita hamil, hingga ibu muda yang membuang bayinya sendiri, dinilai sebagai cerminan krisis moral yang melanda masyarakat.
Baca Juga : Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Kriminalisasi Kepada Kepala Desa Tempayung Keluarkan Pernyataan Sikap
“Kalau melihat beberapa peristiwa belakangan ini, sangat jelas bahwa ada penurunan nilai moral di masyarakat. Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal karakter,” ujar Abdul Kadir, politisi Fraksi Golkar DPRD Kotim, 8 Oktober 2025.
Ia menilai bahwa akar persoalan terletak pada lemahnya pendidikan karakter di sekolah dan kurangnya kontrol sosial di lingkungan. Arus informasi yang tidak terfilter, menurutnya, turut membentuk perilaku bebas yang sulit dikendalikan, terutama di kalangan generasi muda.
“Pergaulan bebas dianggap hal biasa. Dari situ muncul perilaku menyimpang yang akhirnya menimbulkan berbagai kasus, mulai dari asusila sampai tindak kekerasan,” tegasnya.
Baca Juga : Komisi I Dorong Penegakan Hukum untuk Menekan Kriminalitas di Kotim
Abdul Kadir mendorong agar pemerintah daerah menggandeng sekolah, tokoh agama, dan aparat desa untuk memperkuat pendidikan moral dan pengawasan sosial. Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama pembentukan karakter anak.
“Kalau keluarga kuat, desa akan aman. Kalau desa aman, daerah ini pasti maju,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post