kaltengtoday.com, Sampit – Momen Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada 2022 ini dimaknai berbeda oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sejak awal Mei 2022 lalu, Dinkes Kotim telah mengirimkan surat edaran ke Puskesmas untuk pelaksanaan kegiatan penggerakan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas se-Kabupaten Kotawaringin Timur.
Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi mengatakan, hampir semua Puskesmas memberikan respon positif terhadap edaran tersebut dengan melaksanakan penggerakan masyarakat untuk hidup sehat tanpa rokok. Jelasnya kepada Kaltengtoday, Selasa (5/7).
Dikatakannya, salah satu Puskesmas yang melaksanakan gerakan masyarakat untuk hidup sehat tanpa rokok yakni Puskesmas Parenggean I. kegiatan Hari Tanpa Tembakau ini dilaksanakan serentak se-Kabupaten Kotawaringin Timur saja, jadi tidak hanya di Parenggean saja, bahkan diperingati di seluruh dunia. Katanya menambahkan lagi.
Baca Juga : Curi uang Jutaan dan Puluhan Bungkus Rokok, Warga Pulang Pisau Ditangkap Polisi
Diungkapkan Umar lagi, tembakau sama berbahayanya dengan narkoba karena dapat merusak kesehatan tidak hanya bagi perokok itu sendiri, akan tetapi juga berbahaya bagi orang di sekitarnya yang tidak merokok tetapi terpapar asap rokok, terutama bagi ibu hamil. Resiko terbesar adalah menderita penyakit kanker paru-paru. Tambahnya.
Untuk itu, dirinya mengajak kepada masyarakat yang merokok agar bisa berhenti dan bagi yang ingin mencoba atau belajar merokok diharapkan agar bisa diurungkan niatnya untuk merokok.”Bukan hanya merugikan kesehatan, merokok juga merokok juga dapat menyebabkan kantong kering,”tutupnya. [Red]














Discussion about this post