kaltengtoday.com – Palangka Raya. Rumah sakit yang dikelola oleh Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalteng ternyata hanya memiliki 20 pcs Alat Pelindung Diri (APD) dari Covid-19 dan itupun merupakan bantuan dari Pemerintah pusat.
Padahal idealnya untuk kebutuhan rumah sakit dan juga puskesmas di wilayah Palangka Raya setidaknya mereka membutuhkan 100 pcs APD.
“Sekarang ini yang kita punya 20 pcs APD yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat dan itupun APD yang sekali pakai saja, padahal kita berharap yang bisa dipakai berulang, “ujar Walikota Palangka Raya Fairid Naparin, Rabu (1/4/2020).
Ditegaskanya, sebenarnya untuk pembelian APD dan peralatan teknis yang dibutuhkan untuk ruang isolasi dana sudah disiapkan, namun yang menjadi masalah adalah barangnya tidak ada dipasaran. Karena itu ia berharap sebaiknya pemerintah pusat saja yang melakukan pengadaan dan daerah tinggal menerima barangnya,ujarnya.
Menyinggung soal penutupan Bandara Cilik Riwut Palangka Raya yang merupakan usulan dari Pemkot Palangka Raya, dijelaskanya hingga saat ini ia masih menunggu jawaban dari Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub yang kemungkinan dalam beberapa hari ini sudah ada balasannya.
“Kita akan lihat dulu apa jawaban dari Kemenhub, nanti setelah itu baru kita lakukan rapat kembali untuk mengambil keputusan selanjutnya,” jelas Walikota.
Untuk diketahui, Dari data Gugus Tugas Covid-19 Kalteng yang dirilis Senin, 31 Maret 2020, jumlah pasien yang positif COVID -19 di Kalteng bertambah menjadi 9 orang dan semua berada di RSUD Dorrys Sylvanus, Palangka Raya. Namun untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) juga meningkat dari 545 (0/3/2020)menjadi 555 orang atau bertambah 10 orang. Sedangkan Pasie Dalam Pengawasan (PDP) jumlahnya meningkat menjadi 41 orang. [Red]














Discussion about this post