Kaltengtoday.com -Tamiang Layang – Hantaman pandemi Covid 19 di penghujung tahun 2019 hingga akhir tahun 2021, membuat banyak kegiatan pemerintahan maupun swasta harus ditiadakan atau ditunda sementara waktu. Karena selain pertimbangan kesehatan, juga banyak anggaran dilarikan untuk penanganan Covid 19.
Demikian juga dengan rencana Pemerintah Kabupaten Barito Timur untuk studi banding soal pengolahan dan pemasaran bahan baku karet ke Pontianak, Kalimantan Barat. Baru sekaranglah, program tersebut terealisasi.
Hal tersebut dipaparkan oleh Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas SE MM melalui siaran persnya, di sela kegiatannya bersama rombongan, diterima jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, tadi pagi (Rabu, 9/2).
Pada kesempatan inilah, kata Ampera, dirinya bersama rombongan yang terdiri dari beberapa perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan kelompok tani dan pekerja media, dapat belajar secara langsung bagaimana seluk beluk mata rantai pengolahan karet di Kalbar, yang sudah lebih dulu mapan dan tertata. Baik harga maupun sistemnya
Menyambut rombongan tim Pemkab Bartim, adalah Gubernur Kalbar yang diwakili Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi, Drs Junaidi MM, didampingi Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Prov Kalbar Ir M Munsif MM.
Baca juga :Â Pembangunan Infrastruktur di DAS Barito Butuh Peningkatan
Ampera menyatakan harapannya, bahwa studi banding ini akan benar-benar membawa manfaat bagi para petani karet, terutama dalam pengolahan serta sistem pemasarannya.
Baca juga :Â MUI Kabupaten Bartim Harus Selalu Jadi Pengayom
“Yang kita inginkan di Bartim ini, karet punya harga yang stabil dan tidak dipermainkan tengkulak. Makanya, saya sangat mendukung jika ada investor pabrik pengolahan karet di Bartim yang serius. Kita akan bantu permudah segala prosedurnya nanti,” tutur pria yang kini bergabung di Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini. [Red]














Discussion about this post