kaltengtoday.com, – Sampit, – Upaya percepatan vaksinasi di Pemerintahan Kecamatan Baamang ternyata mendapat reaksi dari kelompok anti vaksin. Dan ini memang menjadi tantangan bagi pemerintah, khususnya Camat Baamang Tengah Ady Chandra. Bahkan, kelompok anti vaksin ini memberikan informasi bahwa vaksinasi itu tidak halal.
“Tentu vaksin itu sudah melalui kajian dan penelitian, apalagi terkait kehalalannya. Jangan sampai masyarakat khususnya Baamang termakan berita bohong alias hoax terkait masalah vaksin ini nantinya,”tegasnya, Kamis (9/12).
Ditegaskannya lagi, dirinya juga tidak segan-segan melaporkan yang bersangkutan jika memang menyampaikan berita atau informasi bohong. Terutama sekali masalah vaksin yang dikatakan tidak halal. Ungkapnya.
Tentu, sebagai orang yang dipercaya menjadi pengayom warga Baamang dirinya ingin masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan informasi yang menyesatkan, terutama berkaitan tentang vaksin ini. “Parahnya, kelompok anti vaksin ini mengatakan bahwa vaksin itu haram,”paparnya.
Baca juga :Â Cakupan Vaksinasi Dosis Dua di Kabupaten Kapuas Masih 26.29 Persen
Ini namanya memberikan informasi yang salah dan menyesatkan. Terlebih lagi apa yang disampaikan bisa membuat kegaduhan di masyarakat. “Saya tentu tidak tinggal diam, jika memang apa yang disampaikan ini tidak benar. Tentu kami sendiri akan melaporkan kelompok anti vaksin tersebut,”ucapnya lagi.
Baca juga :Â Polres Seruyan Lakukan Pendataan Vaksinasi Tahanan
Diungkapkan camat, padahal pihak pemerintah itu sendiri sudah berusaha agar masyarakat bisa mendapatkan vaksin agar kekebalan tubuh alias herd immunity itu bisa terbentuk. “Saya harapkan dukungan masyarakat agar program vaksinasi di wilayah Baamang ini berjalan lancar,”tutupnya.[Red]














Discussion about this post