kaltengtoday.com, -Kasongan, – Camat Pulau Malan Kabupaten Katingan, Paulus menegaskan, semua lahan pertanian dan kebun pisang di wilayah kecamatan rusak akibat banjir beberapa waktu lalu.
Seperti tanaman pisang yang sebagian besar di beberapa desa di kecamatan Pulau Malan ini menurut Paulus nyaris rusak. Ada daun pisangnya yang menguning dan sebagian mati.
“Karena lahannya yang terendam air banjir sekitar 10 hari,” katanya, Minggu (26/9/2021).
Menurutnya, padahal 60 persen masyarakat Pulau Malan ini usahanya atau mata pencaharian berharap dari kebun pisang tersebut. Jika, melihat keadaan seperti ini, ada kemungkinan dalam empat bulan ini hasil panen pisang di beberapa desa di kecamatan Pulau Malan ini anjlok.
“Turun drastis ini,” ujarnya.
Sebab, untuk merawat kebun pisang bekas terkena banjir menurutnya, proses perawatannya membutuhkan waktu, minimal selama empat bulan. “Itu pun tergantung jenis pisangnya,” terangnya.
Baca juga :Â Anggota DPRD Katingan Ini Perkirakan Kerugian Akibat Banjir Rp 600 Miliar
Sedangkan untuk lahan pertanian menurutnya meskipun dipastikan ikut berdampak juga, namun lahan pertanian di wilayah kecamatan Pulau Malan tidak semua desa yang dapat dijadikan lahan pertanian. Meskipun tidak semua desa, namun sebagian masyarakatnya juga menderita kerugian akibat banjir tersebut.
“Terutama para petani, setempat,” akunya.
Baca juga :Â Pemkab Katingan Segera dirikan Posko Induk Terpadu Banjir
Ia berharap kepada Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan setempat, agar mencarikan solusi terbaik, sehingga para petani di kecamatan Pulau Malan ini tetap bersemangat untuk bertani dan melanjutkan aktivitasnya untuk berkebun pisang. [Red]














Discussion about this post