kaltengtoday.com – Selama bulan Januari – Maret Minggu ke dua tahun 2020 sudah terjadi 24 Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Gunung Mas,Kalteng.
Hal ini dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah Evelnie.
“Selama bulan Januari 2020 ada 12 kasus, lalu menurun di bulan Februari yakni enam kasus. Namun saat ini memasuki bulan Maret minggu kedua tercatat sudah ada enam kasus,” ucap Evelnie kepada awak media di Kuala Kurun, Jumat (13/3/2020) lalu.
Dia menerangkan, 24 kasus tersebut merupakan laporan yang diterima dari Pusat Kesehatan Masyarakat Tewah di Kecamatan Tewah, serta Puskesmas Tewang Pajangan, Tampang Tumbang Anjir, dan Kurun di Kecamatan Kurun.
Dalam waktu dekat, kata dia, Puskesmas Kurun akan melaksanakan fogging fokus atau pengasapan di wilayah RT 9 Kelurahan Kuala Kurun, Kecamatan Kurun. Sebab, di daerah itu tercatat ada tiga kasus DBD.
“Fogging hanya dilakukan di wilayah yang ada dua atau lebih kasus DBD. Sedangkan untuk wilayah lain yang hanya ada satu kasus DBD, kami melakukan Penyelidikan Epidemiologi,” beber dia.
Dia menjelaskan, pada dasarnya pelaksanaan fogging dapat dibilang kurang efektif untuk mencegah DBD, karena hanya membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan, jentik nyamuk tidak terpengaruh dengan pelaksanaan fogging.
Oleh sebab itu, akan lebih baik jika melakukan 3M plus, yakni menguras dan menyikat, menutup tempat penampungan air, memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas, serta mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk.
Mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk dapat dilakukan dengan cara meletakkan pakaian kotor ke dalam wadah tertutup, memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar, serta menanam tanaman pengusir nyamuk.
Selanjutnya adalah dengan cara memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras. Larvasida dapat diperoleh masyarakat di puskesmas terdekat dan tidak dipungut biaya atau gratis.
“Saat ini kami juga gencar melakukan promosi kesehatan terkait 3M plus dan pemberantasan sarang nyamuk. Masyarakat kami imbau untuk bergotong royong untuk membersihkan lingkungan sekitar,” demikian Evelnie.
Jek-KT














Discussion about this post