Kalteng Today – Pulang Pisau, – Keberagaman menjadi suatu nilai yang sakral dan unik dari sebuah Negara Indonesia hingga saat ini. Karena, tanpa adanya keberagaman itu, maka perbedaan yang menjadikan persatuan nyata hanya akan menjadi dongeng di malam hari.
Hal ini dikatakan Sri Harini Margaretha, Anggota DPRD Pulang Pisau, menurutnya alasan yang menjadi suatu kekuatan dan tonggak bersejarah berdirinya Bangsa Indonesia adalah dari Keberagaman yang mana telah disempurnakan menjadi Bhinneka Tunggal Ika.
Politisi NasDem Pulang Pisau ini, mengemban amanah dari rakyat sebagai Pejabat Legislatif yang terpilih agar menjadikan suatu harapan dari warga Pulang Pisau dapat terwujud, yakni dari segala perbedaan opini dapat menghasilkan satu wujud visi dan misi pembangunan dan terealisasi dengan baik.
“Menyatukan suatu perbedaan itu bukanlah hal yang mudah tanpa usaha dan kerja keras dengan diimbangi ketekunan serta kesabaran, apalagi di dunia perpolitikan NKRI ini, terutama Kabupaten Pulang Pisau yang sangat kita cintai bersama,” ungkap Sri, melalui pesan singkat aplikasi Whatsapp, Selasa (06/07/2021).
Sebagai Perempuan yang dengan teguh nya berkiprah di kancah perpolitikan nasional Indonesia, dirinya mengakui bahwa tidak mudah dalam menegakkan persatuan dan kesatuan tadi seperti contohnya emansipasi di era milenial kini.
“Spirit perjuangan dalam membangun daerah tak mesti harus memandang asal dan muasal dari mana, yang penting ketulusan dan pengabdian adalah modal utama yang layak dimiliki para pejabat-pejabat publik, apalagi selaku wakil rakyat,” tandasnya.
Baca Juga : Ketua DPRD Pulpis, Berharap Sekda Baru Berikan Perubahan Yang Signifikan
Karena, lanjutnya dari modal itulah para Anggota Legislatif dapat merancang dan menyelenggarakan konstitusi serta menyusun undang-undang, aturan maupun regulasi yang berfungsi untuk kesejahteraan dan kemakmuran, serta ketertiban didalam hidup masyarakat.
“Sekalipun kita masih sama-sama berjuang dalam saat Pandemi yang tengah kita hadapi ini, saling mendoakan yang baik satu sama lain, memperteguh iman serta keyakinan tanpa melupakan kewajiban sebagai warga negara yang taat dalam menerapkan Protokol Kesehatan,” pungkasnya. [Denny-KT]














Discussion about this post