kaltengtoday.com – Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulang Pisau prihatin tingkat penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang sudah merambah hingga pelosok desa. Bahkan, bukan hanya orang dewasa, tetapi anak-anak yang merupakan aset bangsa pun menjadi korbannya.
” Seperti pada kasus pembunuhan ibu kandung di Desa Kanamit pekan kemarin. Dari hasil pemeriksaan kepolisian, tersangka sebelumnya mengkonsumsi obat-obatan terlarang secara berlebihan, hingga pengaruh obat tersebut tersangka menjadi tidak bisa menggelola pikirannya, dan berbuat keji melakukan perbuatan menghilangkan nyawa ibu kandungnya, ” kata Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Pulang Pisau, H Ahmad Fadli Rahman, Jumat (24/1).
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Granat Pulang Pisau itu mengatakan, peristiwa naas tidak akan terjadi, jika tersangka tidak mengkonsumsi obat terlarang secara berlebihan. Karena kata H Fadli, dengan pengaruh obat tersebut, mengakibatkan pikiran tersangka menjadi tidak sehat, dan lepas kontrol.
” Ini harus menjadi pembelajaran kita semua, jangan sekali-kali mengkonsumsi narkoba dan obat-obatan terlarang. Karena, selain dapat merusak masa depan, juga menjadikan hidup menjadi tak berguna. Jadi, mari kita peranggi dan cegah peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang ini, ” ucapnya.
Legislator PDIP Pulang Pisau ini mengajak kepada semua pihak, khususnya masyarakat dan orang tua agar melakukan pengawasan terhadap perilaku dan pergaulan anaknya, baik di rumah maupun di luar rumah. Jika ada perilaku dan tanda-tanda yang mencurigakan kepada anaknya, sebaiknya di tegur dan di ingatkan, agar selalu bergaul dengan benar dan baik, serta hal positif, terlebih pada saat penggunaan media sosial.
” Tidak sedikit, akibat dari pengunaan Media Sosial (Medsos), banyak anak-anak yang hidupnya jadi menderita. Sebelum itu terjadi, mari kita awasi dan kita berikan bimbingan, saran dan masukan agar anak kita dapat bergaul dengan bijak dan hal positif, sehingga terhindar dari bahaya narkoba dan tindakan negatif lainnya, ” tandasnya.
BS-KT














Discussion about this post