Kalteng Today – Sampit, – Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Handoyo J Wibowo menegaskan agar tidak ada lagi truk melintas di jalan-jalan dalam Kota Sampit, karena karena salah satunya Jalan Jenderal Sudirman dari Bundaran Balanga-Bundaran Pemkab Kotim baru saja selesai diaspal.
“Jangan ada toleransi lagi diizinkan truk melintas dalam Kota Sampit, Dinas Perhubungan harus mengawal lalulintas ini, supaya jangan sampai truk besar itu masuk dalam Kota Sampit dan melintas di jalan yang baru diaspal,” katanya, Rabu (9/6/2021) di Sampit.
Menurutnya pemerintah daerah sudah mengeluarkan biaya besar untuk perbaikan Jalan Jenderal Sudirman yang panjangnya sekitar 3 kilometer itu, jika dilalui truk maka jalan yang baru selesai diaspal akan kembali rusak.
Dengan dilakukannya pelarangan truk masuk melintas dijalan perkotaan maka yang harus dilakukan saat ini yakni terus memastikan jalan lingkar selatan bisa dilewati dengan baik sehingga pengemudi truk juga tidak kesulitan.
Pihak swasta diminta untuk turut berpartisipasi untuk perbaikan dan fungsional ruas jalan lingkar tersebut.
“Setidaknya untuk titik-titik yang masih rusak itu kami harapkan bisa diperbaiki setiap waktu. Sehingga jangan menunggu rusak parah dengan demikian jalan itu bisa tetap difungsikan dan truk bisa melewatinya,” ungkap Handoyo.
Baca Juga : Waket DPRD Kotim: Tiga Hal Kebutuhan Mendesak Masyarakat Harus Bisa Terpenuhi
Ia menyebutkan ruas jalan lingkar selatan itu sejatinya hanya ada sejumlah titik yang memerlukan penanganan ekstra.
Tidak semua lintasan itu yang harus ditimbun dan diperbaiki. Titik yang rusak mulai dari muara menuju Sudirman begitu juga sebalinya dari arah Bundaran KB ke Jalan Jenderal Sudirman juga ada sejumlah ruas dan titik yang harus dipelihara.
“Masyarakat sudah merasa nyaman belakangan ini karena tidak ada lagi konvoi truk dalam Kota Sampit. Dibanding sebelumnya di ruas jalan Kapten Mulyono selalu menumpuk kendaraan berat yang bobotnya sampai 20-30 ton, sekarang jalan kita lebih aman dan nyaman digunakan masyarakat sejak pengalihan arus itu,” Demikian Handoyo.[Red]














Discussion about this post