Kalteng Today – Kuala Kurun, – Ditengah pandemi covid-19 ini, ada inovasi yang perlu dikembangkan oleh dinas atau badan itu sediri, sehingga dapat menjadi nilai tersendiri disaat mengunjunginya. Hal itulah yang dilakukan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) kini sudah mulai berbenah, dengan menyiapkan ruang pojok seni dan kuta budaya.
“Yang kami lakukan ini sebenarnya, salah satu dari pemenuhan yang tertuang didalam RPJMD 2019-2024, yang mana kita ambil konsepnya falsafah huma betang dan belum bahadat (hidup beradat-red). Maka kami lakukan inovasi dengan membangun ruang pojok seni dan kuta budaya ini, untuk promosi daerah,” ucap Kepala Disbudpar Kabupaten Gumas Eigh Manto, Kamis (6/5).
Sedangkan diterjemahkan, kata dia, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selalu mengajak masyarakat untuk hidup sesuai falsafah huma betang dan belum bahadat. Maka mulailah dari lingkungan pemerintah dalam memberikan contoh kepada mereka. Sehingga bisa dipercayai akan hal tersebut.
“Konsep ini tadi, kita membawa tusy kami sendiri, secara umum tetang kebudayaan dan pariwisata diterjemahkan sebagai smart tourism yang harus dicapai targetnya, disinilah kita mulai dari inovasi pembenahan ruang kantor dulu,” ujarnya.
Selain itu, menurut Egi nama sapaan akrabnya ini menyebut, dilakukan lintas antar bidang, seperti cagar budaya, pariwisata, dan bidang kesenian yang berkolaborasi membentuk sebuah ruang tunggu, dalam konsep ruang pojok seni ini. Kemudian, kata dia, tidak membosankan bagi para pengunjung. Pasalnya, sebelum ini terbentuk hanya ada papan struktur saja.
“Disinilah kami memperlihatkan seperti apa seni dan budaya mengisi di sudut perkantoran, dan kita pajang itu adalah hasil dari kerajinan asli dari daerah kita saja tidak dari luar, dan fungsinya ada tiga seperti informasi, edukasi, dan ketiga promosi,” terang dia.
Baca Juga : Perusak Generasi Muda Harus Dihentikan
Bahkan, tambah dia, barang yang dipajang tersebut, dalam memberikan informasi siperbuat, dan ini nanti untuk perkembangan dari pelaku seni yang ada dalam mempromosi produk daerah khususnya di kabupaten Gumas, dan terakhir dapat memberikan edukasi bagi masyarakat.
“Kami pajang itu langsung masukan nomor handphone si pembuat, dan salah satu masuk diranah promosi, karena para pelaku seni kita selama ini kurang mendapat perhatian didalam promosi. Selain itu, pengunjung yang datang akan mendapatkan edukasi dari ciri khas dari Kabupaten Gumas,” pungkasnya. [Red]














Discussion about this post