Kalteng Today – Palangka Raya, – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) dan membaginya menjadi banyak kelompok.
Melalui Koordinator PMM Kelompok 47, Rafli Sholana mengatakan dengan memperhatikan masa Pandemi Covid-19 yang tidak kunjung usai, tentu membuat sistem pendidikan di Indonesia berubah, yang semula luring (luar jaringan) menjadi daring (dalam jaringan).
“Perubahan sistem pendidikan ini membuat anak jarang bertemu dengan temannya ataupun pergi ke sekolah, kondisi seperti ini tidak hanya membuat anak jenuh, namun juga dapat meningkatkan rasa stress pada anak,” katanya kepada Kalteng Today, melalui pesan WhatsApp, Senin (3/5).
Dirinya mengungkapkan, PMM Kelompok 47 melakukan pengabdian diri di RT 18 Dusun Mojorejo, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
“Kegiatan positif yang kami lakukan berupa lomba mewarna. Ini bukan hanya bermaksud mengurangi rasa jenuh, namun juga dapat meningkatkan kreativitas pada anak. Kegiatan ini dilakukan pada hari Sabtu pagi dan sangat disambut antusiasme anak-anak RT 18,” terangnya.
Baca Juga : Mabuk Berat, Warga Palangka Raya Kedapatan Bawa Pisau Dapur Hingga Hendak Bercinta Dengan Waria
Selain kegiatan mewarna, pihaknya juga melakukan kegiatan belajar bersama, seperti di teras mushola RT 18, yang diikuti oleh 11 anak.
“Ternyata semua kegiatan yang kami gelar membuat anak-anak semangat untuk meningkatkan kreativitas mereka. Terlebih lagi dengan kreativitas terbaik akan diberi reward sebagai acuan semangat mereka. Dan anak-anak yang ikut serta adalah mereka yang duduk di kelas IV dan V SD dan akan semangat, karena dapat bertemu dengan teman-temannya,” tukasnya.[Red]














Discussion about this post