kaltengtoday.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Seruyan melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Seruyan, Jumat (28/2/2020).
Kedatangan Bawaslu Seruyan yang dipimpin Ketuanya Yulius Setiawas bersama beberapa orang anggotanya, disambut Ketua PWI Seruyan M Yadi beserta pengurus dan anggota.
Dalam pertemuan bersama yang berlangsung sederhana, Ketua Bawaslu Seruyan Yulius Setiawan memyampaikan, beberapa program mereka berkaitan jelang pelaksanaan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng 2020.
Dia mengungkapkan, pihaknya akan menyebarkan ‘virus positif’ bernama Adhyasta dan Anti Politik Uang (APU). Dia menjelaskan, yang dimaksud virus Adhyasta adalah gerakan pramuka yang dibentuk Bawaslu Kabupaten Seruyan hingga sampai di seluruh kecamatan.
Sedangkan virus APU, yakni desa percontohan yang berkomitmen menjadi desa yang sadar demokrasi dengan menolak segala bentuk kecurangan pemilu khususnya jual beli suara (money politik).
“Adhyasta itu artinya pengawal, jadi pelibatan pramuka dalam rangka membantu mengawal proses pilkada agar benar-benar berjalan sesuai aturan,” ucapnya.
Dia menambahkan, pada tanggal 3 Maret 2020 Bawaslu Seruyan akan melakukan konsolidasi dengan mengundang seluruh pramuka Adhyasta Pemilu dalam kegiatan kemah bhakti di Pantai Sungai Bakau.
“Setelah kegiatan kemah, akan dilanjutkan dengan launching Desa Anti Politik Uang di Desa Bangun Harja, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, ” kata Yulius.
Lantas mengapa Bawaslu Seruyan menyebut kegiatan tersebut sebagai virus. Karena menurut Yulius, Saka Adhyastas Pemilu dan APU adalah dua program unggulan Bawaslu yang satu-satunya ada di Provinsi Kalteng.
“Kami berharap tidak hanya keberadaan Adhyasta dan APU itu mampu membawa kebaikan berpolitik di Kabupaten Seruyan, tetapi sekaligus bisa menjadi virus positif yang menular ke seluruh Kalteng,” ungkapnya.
Parnen-KT














Discussion about this post