Kalteng Today – Palangka Raya, – Menanggapi kasus Stunting yang terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang sampai dengan saat ini masih cukup tinggi, mendapat sorotan serius dari banyak pihak.
Pihak DPRD Kalteng mendorong pihak eksekutif, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), untuk terus menggencarkan sosialisasi dan penanganan kasus stunting di wilayah pelosok daerah.
Menurut, Sekretaris Komisi III DPRD Kalteng yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kuwu Senilawati, kasus stunting di wilayah pelosok harus mendapat perhatian yang serius dari pemerintah.
“Kasus stunting di Kalteng, harus mendapat perhatian, mengingat masih banyak kasus stunting yang terjadi khususnya di wilayah pelosok. Salah satunya seperti di Desa Tumbang Langgah yang berada di posisi pertama kasus stunting tertinggi di Kabupaten Gunung Mas (Gumas),” katanya kepada awak media, Jumat (16/4).
Baca Juga : DPRD Kalteng Akan Tinjau Penolakan Pembuatan Sertifikat Tanah di Seruyan
Srikandi Partai Gerindra ini menjelaskan, tingginya kasus stunting di Desa Tumbang Langgah tersebut disebabkan kurangnya sosialisasi dan penanganan, karena sulitnya akses.
Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan, saat melaksanakan reses perseorangan ke Desa Tumbang Langgah, akses jalan menuju kesana bisa dibilang cukup sulit karena mengalami kerusakan.
“Sehingga Masyarakat setempat juga meminta agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang bisa merealisasikan peningkatan infrastruktur jalan menuju desa tersebut,” tukasnya. [Red]














Discussion about this post