Kalteng Today – Kuala Kurun, – Personel Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas (Gumas) akan diterjunkan dalam melakukan pengamanan pelaksanaan ibadah jumat agung dan perayaan paskah oleh umat kristen.
“Sudah kita siapkan 55 personel, baik itu dari polres dan polsek. Mereka akan melaksanakan pengamanan dan menjaga ketat 34 gereja yang ada di daerah ini,” sebut Kapolres Gumas AKBP Rudi Asriman, didampingi Kabag Ops AKP Tri Wibowo, Kamis (1/4).
Selain pengamanan di gereja, lanjut dia, personel juga akan melakukan patroli dengan skala besar, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan ibadah Jumat agung dan perayaan paskah nanti.
”Kami juga telah memberikan imbauan kepada masyarakat dengan melibatkan Ketua RT, RW, kepala desa (kades), lurah, camat, serta tokoh agama, baik itu pendeta dan pastor, agar membatasi jumlah umat yang beribadah di gereja,” ujarnya.
Pada perayaan paskah pada Hari Minggu, umat kristen memiliki kebiasaan berkunjung ke pemakaman keluarga dan kerabat, untuk menyalakan lilin dan bahkan bermalam.
Dari kebiasaan tersebut, tentu akan ada personel yang juga melakukan pengamanan.
“Kami juga sudah meminta kepada jajaran polsek, agar berkoordinasi dengan pihak terkait, dalam mendata pemakaman yang dikunjungi umat kristen saat malam paskah,” sebutnya.
Kalau ada umat kristen yang ingin mengunjungi pemakaman untuk menyalakan lilin, kata dia, maka sebaiknya harus dibuatkan jadwal pembagian waktu, sehingga tidak terjadi keramaian dan kerumunan di pemakaman. Ini sebagai langkah antisipasi pencegahan Covid-19.
“Tentu polsek akan berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak terkait lainnya untuk mengatur jadwal tadi. Misalnya, diatur beberapa keluarga berkunjung selama beberapa menit, supaya tidak terjadi keramaian dan kerumunan,” tutur Kapolres.
Baca Juga : Jabatan Empat Perwira Polres Gumas Bergeser
Sekarang ini, wilayah Kecamatan Kurun dalam zona merah penyebaran Covid-19 dan ada kegiatan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Jadi, berbagai aktivitas dan kegiatan masyarakat akan dibatasi, demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19.
“Kami tidak melarang umat kriten untuk ibadah dan mengunjungi pemakaman, tetapi hanya dibatasi. Semua ini demi kebaikan bersama,” tukasnya. (Red)














Discussion about this post