Kalteng Today – Palangka Raya, – Masyarakat Indonesia pada umumnya, khususnya Provinsi Kalimantan Tengah masih berpotensi terpapar radikalisme.
Hal itu diungkapkan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalimantan Tengah Dr Khairil Anwar, ketika menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Radikalisme di lingkungan Direktorat Intelkam lingkup Polda Kalteng, Jumat (5/3).
“Potensi paparan radikalisme, terorisme, dan intoleransi disebabkan kesalahpahaman dalam beragama, persepsi ketidakadilan, dan melemahnya perekonomian,” tegas Khairil.
Menurut Khairil, penyebarannya terjadi secara terstruktur, sistematis, dan massif. Penyebaran perlu dicegah dengan baik, agar tidak tumbuh, dan berkembang. Karena bisa merusak persatuan, dan kesatuan bangsa.
Strateginya dengan penguatan moderenisasi beragama, kebangsaan, maupun kewirausahaan.
Baca Juga : Polri Hentikan Penyidikan Kasus 6 Laskar FPI
Selanjutnya, jelas Khairil, melawan setiap narasi yang disebarkan untuk mengajak kearah paham radikal tentang jihad, hijrah, takfiri, uzlah, secara terstruktur, sistematik, dan massif. Hal itu melalui indikator komitmen kebangsaan setia kepada 4 pilar kehidupan berbangsa, dan bernegara.
“Jadi perlu ditumbuhkan komitmen 4 pilar berbangsa, dan bernegara berupa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika,” tegas Khairil. [Red]














Discussion about this post