Kalteng Today – Sampit, – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Hj. Darmawati meminta pemerintah setempat melakukan upaya-upaya nyata di lapangan untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok agar jangan sampai membebani masyarakat.
“Saat ini nyaris semua kebutuhan pokok sedang tinggi, hanya harga telur yang turun. Saya mendengar langsung keluhan masyarakat yang berbelanja di pasar tentang kenaikan harga ini. Harus ada langkah nyata di lapangan,” kata Darmawati, Selasa (9/2/2021) di Sampit.
Menurutnya, turun naiknya harga memang sangat tergantung mekanisme pasar. Namun setidaknya pemerintah tetap memantau dan melakukan upaya nyata untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tidak terlalu membebani masyarakat.

“Disinilah seharusnya peran pemerintah dilakukan dengan mengawasi pasokan, ketersediaan stok dan distribusi kepada konsumen. Jika ada indikasi akan terjadi kenaikan harga maka bisa segera diketahui penyebabnya sehingga bisa dicegah,” ungkapnya.
Politisi Golkar ini juga mengatakan, bahwa pengawasan penting karena sebagian kebutuhan di Kotawaringin Timur masih didatangkan dari luar daerah. Penyebabnya adalah masih rendahnya produksi pertanian lokal, bahkan ada beberapa jenis komoditas tertentu yang memang belum dihasilkan petani lokal.
“Kalau pasokan lancar dan stok terjaga, harga akan stabil. Kalau stok banyak, pedagang tidak mungkin menaikkan harga tinggi karena bisa tidak laku. Ini yang harus menjadi perhatian pemerintah supaya stabilitas harga terjaga,”.
Ia menambahkan, upaya nyata harus dilakukan untuk menjaga kestabilan harga. Jangan sampai terjadi kenaikan harga terlalu tinggi, terlebih di tengah pandemi COVID-19 saat ini karena akan sangat membebani masyarakat.
Baca Juga:Â Waket DPRD Barsel : HPN Menjadi Momentum Untuk Meningkatkan Profesionalisme
Sementara itu dari informasi yang berhasil dihimpun kaltengtoday.com harga ayam potong sepekan terakhir juga masih tinggi yakni berkisar Rp30.000 sampai Rp36.000 per kilogram. Komoditas ini sebagian besar masih mengandalkan pasokan dari Banjarmasin Kalimantan Selatan.
Pedagang mengaku terpaksa menyesuaikan harga jual kepada pembeli karena harga di tingkat agen sudah naik. Fluktuasi ini biasanya dengan cepat terjadi karena terpengaruh kondisi pasokan dan stok. [Red]














Discussion about this post