Kalteng Today – Sampit, – Akibat tingginya curah hujan di Kota Sampit, pada Minggu (31/1) malam. Sejumlah pemukiman warga di Kota Sampit terendam banjir.
Salah satu pemukiman warga yang terendam, yaitu Jalan Nyai Enat dan jalan Barito RT 73 RW 90 Kelurahan Mentawa Baru Hilir Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Kecamatan Mentawa Baru Hilir, M. Kurniawan Anwar mengatakan sejumlah warga di daerah tersebut mengeluh banjir yang menggenangi ruas jalan di pemukiman membuat warga sulit untuk beraktivitas di luar rumah.
“Warga pemukiman tersebut mengeluh tidak bisa beraktivitas diluar rumah, karena ketinggian air mencapai selutut kaki, hal ini juga diakibatkan saluran air atau sungai kecil di daerah tersebut tidak bisa mengalir sebab banyak rumput yang tumbuh di sungai itu,” kata Kurniawan, Senin (1/2/2021) di Sampit.
Dirinya juga mengatakan sebelumnya warga pernah melakukan gotong royong pembersihan sungai tetapi masih kurang efektif,.
Untuk itu Dia meminta agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kotim membantu menurunkan alat berat untuk mengatasi kebuntuan saluran air di daerah tersebut dan di sejumlah titik permukiman di dalam Kota Sampit. Khususnya di daerah perumahan yang terendam banjir.
“Dalam beberapa hari ini intensitas hujan semakin meningkat, maka perlu adanya kebijakan khusus untuk mencegah daerah permukiman yang kerap terendam air hujan tersebut, seperti pembersihan saluran air sungai yang buntu dengan menurunkan alat berat agar saluran tersebut lancar,” ucap Kurniawan.
Politisi Partai Amanat Nasional ini juga mengatakan kalau hanya dilakukan pembersihan secara manual maka akan sulit, apalagi kalau untuk saluran yang tertutup material atau akar kayu.
“Kami mengkhawatirkan kalau curah hujan di daerah ini cenderung meningkat, bahkan dalam sehari bisa dua kali turun hujan. Tentunya kondisi demikian sangat meresahkan bagi warga yang menjadi langganan banjir,” ungkap Kurniawan.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotim ini juga mengatakan penyebab banjir itu sendiri ada beberapa persoalan diantaranya adalah karena memang daerah dataran rendah. Selain itu juga buntunya drainase yang menjadi daerah untuk pembuangan air hujan tersebut.
Baca Juga:Â Pemko Palangka Raya Diminta Proaktif Cegah Banjir
Saat ditanya terkait dengan program penanganan banjir dan normalisasi drainase dalam Kota Sampit, menurutnya hanya dilakukan terbatas untuk daerah tertentu. Sedangkan untuk areal pemukiman hingga saat ini masih banyak yang terendam air.
“Kalau proyek multiyears drainase di Jalan Ahmad Yani dan MT Haryono itu bukan menyelesaikan persoalan yang dikeluhkan warga selama ini yang seharusnya dilakukan normalisasi adalah daerah-daerah saluran pembuangan buntu dan dangkal mengakibatkan aliran air tidak lancar,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post