Kalteng Today – Palangka Raya, – Penyerapan tenaga kerja lokal, terutama untuk mengurangi angka pengangguran di Bumi Tambun Bungai, diutamakan dalam optimalisasi proyek nasional, dalam sektor Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) dan Kapuas. Anggota DPRD Kalteng dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, H Maruadi mengusulkan agar penyerapan tersebut harus mencapai 70 persen.
“Tentu harapannya masyarakat disana bisa terserap sebagai tenaga kerja di Food Estate itu, ya kira-kira 70 persen lah. Kalau hanya jadi penonton saja, tentu sangat disayangkan, karena mereka disana itu lebih tahu pasti kondisi lahan yang digarap,” katanya kepada awak media, Senin (21/12).
Menurut Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) ini, selain menjawab kebutuhan masyarakat lokal, pihaknya juga mengusulkan kepada pemerintah, agar dapat memberikan bantuan excavator mini kepada masyarakat petani setempat.
Hal tersebut mengingat Alat Mesin Pertanian (Alsintan) tersebut sangat dibutuhkan oleh para petani dalam menggarap lahan mereka. Sehingga hasil pertanian menjadi lebih optimal.
“Kita juga mengharapkan pemerintah memberikan bantuan excavator mini untuk petani disana, karena untuk harga sewa alsintan itu sendiri cukup mahal yakni Rp 400 ribu per jam nya,” ujarnya.
Dirinya menegaskan hal itu sangat memberatkan masyarakat petani kita disana dan hendaknya dapat menjadi perhatian pemerintah, ujarnya.
Baca Juga: Disbudpar Komitmen Kembangkan Destinasi Wisata di Pulang Pisau
“Penyerapan tenaga lokal dan juga pemberian bantuan alsintan tersebut merupakan hal yang penting guna menciptakan lapangan kerja bagi warga lokal, khususnya di wilayah Food Estate. Oleh karena itu, kami berharap usulan ini dapat terealisasi oleh pemerintah,” pungkasnya. [Red]














Discussion about this post