Kalteng Today – Palangka Raya, – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Muhajirin meminta kepada pihak yang terlibat dalam program Food Estate, agar dapat melibatkan para ahli pertanian dalam pengelolaan lahan Food Estate.
Dirinya menjelaskan, Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau merupakan wilayah pasang surut, sehingga membutuhkan cara yang khusus dalam mengolah lahannya, seperti jenis alat mesin pertanian (Alsintan) yang digunakan.
“Saya rasa harus ada duduk bersama lagi bersama dengan SDM lokal dan juga ahli pertanian setempat, guna mengkaji penggunaan alsintan di sana. Dua kabupaten itu kan lahannya basah atau biasa disebut lahan pasang surut, nah ini hendaknya traktor yang digunakan itu traktor roda apung, jangan roda biasa yang untuk lahan kering,” kata Muhajirin, Jumat (6/11).
Muhajirin meminta agar pemerintah dapat menyesuaikan Alsintan yang digunakan dengan kondisi lahan yang diolah, supaya dapat lebih efektif dan tepat dalam pengembangan proyek ketahanan pangan tersebut.
“Ya intinya harus disesuaikan lah dengan kondisi lahan disana, oleh karena itu saya rasa memang sebaiknya melibatkan ahli pertanian setempat dan Sumber Daya Manusia lokal, yang lebih memahami bagaimana lahan disana itu. Ini supaya program Food Estate ini bisa sukses pelaksanaannya,” tukasnya. [Red]














Discussion about this post