Kalteng Today – Palangka Raya, – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yohannes Freddy Ering meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, agar dapat mengurangi tarif sewa asrama yang berada di luar Kalteng.
Menurutnya ini merupakan aspirasi langsung dari banyak mahasiswa yang mengeluh terkait tarif sewa yang memberatkan. Sehingga perlu adanya peraturan yang dapat meringankan beban para pelajar maupun mahasiswa di luar daerah.
“Dulunya biaya sewa sekitar kurang lebih Rp450 ribu perbulan, itu dirasa cukup berat bagi Mahasiswa. Karena keperluan atau uang mereka tidak hanya untuk bayar sewa tapi juga untuk keperluan hari-hari dan biaya uang kuliah,” kata Freddy, Kamis (19/11).
Biaya sewa atau retribusi tentunya masuk ke dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD), kemudian kembali untuk biaya perawatan, pemeliharaan dan perlengkapan asrama tersebut.
Akan tetapi, di tengah Pandemi Covid-19 yang melanda Kalteng saat ini, perekonomian masyarakat belum sepenuhnya pulih, sehingga kemampuan para orang tua dalam membiayai anaknya masih sangat terbatas.
“Saat kunjungan meninjau asrama dan berdialog dengan Mahasiswa Kalteng yang ada di Yogyakarta, untuk membahas besaran retribusi asrama dan kami sepakat DPRD Kalteng akan mengakomodir aspirasi atau keinginan mereka agar besaran retribusi asrama itu hanya sekitar Rp 150-250 ribu per bulannya. Jadi tidak ada lagi angka yang paten atau harga mati, seperti sebelumnya yang mencapai kurang lebih Rp 450 ribu,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post