Kalteng Today – Pulang Pisau, – Pembangunan pertanian dalam arti luas di kabupaten Pulang Pisau mengalami peningkatan. Kepala Diskominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Pulang Pisau Moh. Insyafi mengungkapkan, untuk produksi padi mengalami peningkatan di atas lima persen.
“Atas keberhasilan kabupaten Pulang Pisau dalam peningkatan produksi padi, bupati Pulang Pisau pada 2017 lalu memperoleh penghargaan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden RI Bapak Joko Widodo,” kata Kepala Diskominfo Pulpis, Moh. Insyafi Insyafi, Senin (30/11)
Insyafi mengaku, Kabupaten Pulang Pisau merupakan lumbung padi Kalimantan Tengah. Untuk itu pemerintah kabupaten Pulang Pisau terus berkomitmen menjadikan Kabupaten Pemekaran Kapuas tersebut menjadi penyangga pangan di Kalteng.
Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan produksi pertanian di kabupaten Pulang Pisau yakni dengan caranya intensifikasi pertanian dengan meningkatkan hasil pertanian.
Upaya yang dilakukan dengan cara mengoptimalkan fungsi lahan pertanian, sehingga produksi meningkat. “Upaya lain yang dilakukan untuk meningkatkan produksi padi, yakni melakukan ekstensifikasi pertanian dengan memperluas lahan,” katanya
Insyafi menambahkan, Kabupaten Pulang Pisau saat ini ditunjuk pemerintah pusat sebagai penyangga ketahanan pangan nasional atau food estate. Untuk menyukseskan program tersebut, pemerintah kabupaten Pulang Pisau melakukan intensifikasi lahan existing seluas 10 ribu hektare pada tahun 2020. Selanjutnya, optimalisasi lahan non-existing seluas 19.950 hektare yang akan dilaksanakan pada tahun 2021.
“Pada tahun 2021 juga akan dilakukan perluasan lahan pertanian. Potensi lahan pertanian itu seluas 11.509 hektar, ” jelasnya
Selain itu, kata dia, pemerintah kabupaten Pulang Pisau juga sangat intens dalam pengembangan hutan tanaman rakyat (HTR) yang terintegrasi dengan industri pengolahan kayu terpadu. “Luas lahan untuk HTR ini yakni 1.912 hektare,” jelasnya
Baca Juga: Legislator Ini Nilai Program Family Farming, Banyak Berikan Manfaat
Insyafi menambahkan, pengembangan HTR itu sekaligus untuk memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif dan memberi nilai ekonomis bagi masyarakat.
“Pengembangan HTR selain untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan kayu terpadu juga untuk menekan terjadinya ancaman kebakaran hutan dan lahan yang sering terjadi pada musim kemarau,” tandasnya. [BS-KT]














Discussion about this post