Kalteng Today – Palangka Raya, – Direktur Kriminal Khusus Polda Kalteng Kombes Pasma Royce mengatakan, dari data Polda Kalteng dan Pemerintah Provinsi Kalteng pada Tahun 2020 jumlah titik panas (hotspot) serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng menurun drastis.
Perbandingannya, Tahun 2019 jumlah hotspot sebanyak 12.058 titik dengan kegiatan sosialisasi yang dilakukan 4.482 kali. Sementara dari Januari hingga November 2020, kegiatan sosialisasi dan edukasi sebanyak 6.235 kegiatan sosialisasi, hotspot turun 5.759 titik yang terpantau.
Dikatakan Pasma, penurunan hotspot dan karhutla itu tidak lepas dari peran serta masyarakat yang berperan dalam mengelola dan menjaga situasi sehingga mengurangi karhutla.
Ditambah lagi dengan pembentukan atau kesiapsiagaan karhutla dengan membuat sebanyak 145 posko siaga karhutla oleh tim gabungan yang terus masif dalam sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
“Selain itu salah satunya adanya inovasi dengan membuat aplikasi pemantauan yang dibuat Polda Kalteng ‘hanyaken musuh’, sehingga berbagai laporan cepat dan sigap dilakukan sebelum terjadi karhutla. “ jelasnya, Jumat (13/11/2020).
Baca Juga :Â Titik Panas Capai 700, Kalteng Tetapkan Siaga Darurat Karhutla
Untuk diketahui, Pemprov Kalteng juga telah menetapkan sebanyak 10 kabupaten dengan status siaga darurat bencana karhutla selama 90 hari mulai Juli sampai September 2020. Selain itu juga mengeluarkan peraturan daerah (perda) tentang pengendalian kebakaran lahan sejak 4 Agustus 2020. [KARANA WIJAYA WARDANA]














Discussion about this post