Kalteng Today – Pulang Pisau, – Peran aktif berbagai elemen masyarakat akan menentukan arah yang tepat dalam rangka menurunkan angka stunting atau gangguan yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak akibat rendahnya asupan gizi 1.000 hari pertama kehidupan.
Dilansir dari data www.p2ptm.kemkes.go.id, prevalensi stunting indonesia berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2016 mencapai 27,5 persen. Artinya secara nasional masalah stunting di Indonesia tergolong kronis, terlebih lagi di 14 Provinsi yang prevalensinya melebihi angka nasional.
Menanggapi hal tersebut, Nova Selvia, Srikandi PKB DPRD Pulang Pisau itu mengatakan bahwa dukungan pemerintah dalam menekan angka stunting tersebut melalui program-program kesehatan dan gizi berbasis masyarakat melalui kampanye gizi nasional.
“Untuk ibu-ibu yang memiliki anak tetap terus menjaga kesehatan di masa Pandemi Covid-19 ini, jangan hanya menjadi ibu rumah tangga yang hanya dirumah saja dan jangan patah semangat, jika memiliki kemampuan dan keterampilan yang ada, berusaha untuk berkreativitas dalam mendukung masyarakat perekonomian kita yang sempat lesu akibat wabah pandemi ini,” harap, Wakil Ketua II DPRD Pulang Pisau itu yang kerap disapa Bu Nova ketika dikonfirmasi Kalteng Today, Sabtu (24/10/2020).
Dilanjutkannya, sebagai kaum perempuan di tengah wabah pandemi ini, sikap pantang menyerah merupakan bekal dan spirit dalam menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi , seperti halnya roda perekonomian yang sampai saat ini masih perlu pemulihan di beberapa sektor seperti pertanian, perkebunan, perdagangan, peternakan dan lain sebagainya.
Baca Juga: Ini Kata Legislator Pulpis Tentang UU Cipta Kerja
“Percaya diri itu penting dimiliki oleh setiap perempuan , apalagi ibu-ibu yang bukan hanya bekerja tetapi sambil mengurus rumah tangga seperti mengurus anak dan pekerjaan rumah lainnya, yakin bahwa kita bisa itu adalah dorongan semangat yang datang dari diri kita sendiri,” ungkapnya.
Selaku Wakil Rakyat, tegasnya dirinya akan selalu memegang teguh prinsip-prinsip sebagai Anggota Legislasi yang menyuarakan hak-hak para perempuan terutama kepada ibu-ibu hamil dengan profesi dan karir apapun agar untuk selalu bekerja cerdas, menerapkan protokol kesehatan, mendukung program pemerintah terkait gizi dengan mengkonsumsi makanan minuman yang bergizi, serta memberikan ASI eksklusif selama 1000 hari kelahiran pertama. [Denny-KT]














Discussion about this post