Kalteng Today – Sampit, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim), diminta untuk segera mencarikan solusinya konkrit terkait banjir di ruas jalan Jendral Sudirman, Arah Sampit-Pangkalan Bun yang mengakibatkan antrian panjang kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut.
“Curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir mengakibatkan jalan poros Sudirman tepat di samping Islamic Center nyaris terputus, meluapnya saluran drainase yang ada membuat antrian kendaraan roda 4 hampir 1 Kilometer,” kata Anggota DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah kepada Kaltengtoday, Selasa (20/10/2020).
Menurutnya untuk mengatasi persoalan lama ini Pemkab Kotim harus sudah mempunyai solusi konkrit guna menyelesaikan persoalan banjir ruas jalan ini. Itu bisa dimulai dari pembenahan saluran drainase air dan normalisasi anak sungai.
“Apabila tidak segera dilakukan normalisasi drainase dan anak sungai dalam kota maka masalah ini akan mengganggu aktivitas masyarakat dalam rangka menggiatkan ekonomi di Kotim pasca “New Normal” ini,” ungkapnya.
Selain banjir genangan air di ruas jalan, Politisi Golkar ini juga menyoroti masalah banjir di fasilitas RSUD Dr.Murjani Sampit, yang dimana ruangan Operasi dan Rontgen lumpuh akibat genangan air, akhirnya menghambat pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Idealnya sebelum gedung baru RSUD dr.Murjani dioperasionalkan, masalah banjir ini bisa terselesaikan sehingga meskipun untuk pelayanan sudah berpindah ke gedung yang baru tapi gedung yang lama, bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pelayanan lain, sehingga tidak terbengkalai, karena dana yang dipakai untuk membangun fasilitas tersebut adalah dana dari rakyat sehingga jangan sampai mubazir,” jelasnya.
Baca Juga :Â Ketua DPRD Kotim : Semua Peserta Pilkada Jangan Lakukan Kampanye Hitam
Ia mendesak ke depan pemkab melalui Bupati mengeluarkan kebijakan untuk mengajak para RT/RW, menggalakkan kembali program Gotong Royong untuk membersihkan saluran drainase di lingkungannya masing – masing .
“Hal itu diharapkan mampu mengatasi bila terjadi curah hujan yang tinggi seperti saat ini, dampak banjir bisa kita minimalisir.karena banyak kita melihat saluran drainase yang ada kurang terawat. Dan untuk itu perlu didukung oleh seluruh elemen masyarakat agar Kotim bebas dari bahaya banjir,” Demikian Riskon. [Red]














Discussion about this post