Kalteng Today – Palangka Raya, – Bagi Suyadi (54 tahun) keberadaan mesjid depan rumahnya yang juga difungsikan sebagai bengkel sepeda motor “Jogya Motor” di bilangan Jalan Temanggung Tandang No. 43 Palangka Raya, adalah berkah tersendiri baginya.
“Selain agar selalu ingat kepadaNya, saya biasanya usai sholat subuh di masjid sekitar pukul 05.30 WIB langsung berbenah dan kemudian membuka bengkel,”ujarnya, ketika dihubungi, Sabtu (17/10/2020) pekan lalu. Dan kebiasaan membuka bengkel lebih awal ini sudah dilakoninya puluhan tahun.
Pria asal Yogyakarta yang sudah 20 tahun menetap di Palangka Raya itu tak menyangka hidupnya yang dulunya dia sebut terpuruk kini berubah dan usahanya semakin maju dan berkembang .
Tak hanya itu, bengkel sepeda motor Jogya Motor miliknya saat ini telah memiliki 4 orang montir tetap dan puluhan pelanggan setia, perorangan serta dari perusahaan.

Suyadi kemudian bercerita, awalnya dia dikirim ke Jepang oleh Depnaker (sekarang Kementerian Tenaga Kerja) pada Tahun 1995 untuk belajar otomotif.
Selama di negeri sakura ia merasa banyak sekali manfaat yang didapatkan saat belajar dan bekerja, mulai dari etos kerja hingga cara menangani pelanggan.
Setelah hampir dua tahun di Jepang, akhirnya pada Tahun 1997 Suyadi kembali ke Palangka Raya dan memulai bekerja di bengkel milik orang.
Tak menunggu lama, dua tahun kemudian sekitar tahun 1999 dia memberanikan diri untuk mencoba membuka bengkel motor motor sendiri di bilangan Jalan Temanggung Tandang Palangka Raya.
Baca Juga: BNPT-FKPT Kalteng Gelar Internalisasi Nilai Agama dan Budaya
“Awalnya bengkel saya kecil, montirnya saya sendiri dan menyewa tanah milik orang,”ujarnya.
Namun lambat laun kata Suyadi, berkat kepercayaan pelanggannya, bengkel yang awalnya kecil itu semakin berkembang hingga dia bisa membeli tanah yang disewanya serta mempekerjakan satu orang montir.
“Apa yang didapatkan di Jepang kemudian saya terapkan juga di bengkel saya. Saya selalu menjadikan pelanggan adalah raja dan pekerja adalah aset. Jadi pelanggannya senang dan pekerjanya awet,”ujar pria tamatan STM 1 Yogyakarta Jurusan Otomotif itu.
Dia mengakui, saat merekrut pegawai baru yang selalu ditekankan kepada mereka adalah bagaimana bersikap hormat dan menghargai pelanggan, “Karena keberadaan pelanggan adalah sangat penting untuk kelangsungan usaha kita,”katanya.
Suyadi yang saat ini masih aktif memberikan pelatihan otomotif di sejumlah Balai Latihan Kerja (BLK) di Kalteng seperti Kota Palangka Raya, Barito Selatan, Seruyan.
Selain itu dirinya sangat bersyukur bantuan modal yang diberikan Pertamina sebesar Rp. 50 juta dengan bunga pinjaman yang ringan sangat membantu dalam pengembangan bengkelnya.
“Uang sebesar itu langsung saya gunakan untuk melengkapi kebutuhan bengkel saya seperti, pembelian oli, spare parts. Karena ini sifatnya pinjaman jadi kita harus tepat sasaran penggunaanya. Dan saya tak pernah gunakan untuk kepentingan pribadi, ”ujarnya.
Berkat (49) salah seorang montirnya, mengaku sudah bekerja selama 13 tahun di Bengkel Jogya Motor tanpa pernah berpindah kerja ditempat lain.
“Saya belajar otomotif pertama kali di bengkelnya Pak Yadi ini. Dan hingga sekarang saya sudah bisa memperbaiki mesin sepeda motor,” ujar pria asal Tulungagung Jawa Timur itu.
Baca Juga: Polda Kalteng Gelar FGD Bersama Tokoh dan Influencer Se – Kalteng
“Kami selalu ditekankan Pak Yadi bagaimana menghormati pelanggan dan juga tidak menunjukan kemarahan saat ada pelanggan yang komplain dengan pekerjaan kita,” ujarnya.
Ijum Handai, warga Jalan Pilau, Palangka Raya yang menjadi pelanggan setia Jogya Motor selama 10 tahun terakhir mengaku puas dengan hasil kerja para montir disana. Dia mengatakan selalu rutin mengganti oli, kampas rem hingga ban motornya disana.
“Saya puas dengan hasil kerja mereka. Karena selain cepat juga dekat dengan rumah,”jelasnya karyawan swasta ini.
Sementara itu Region Manager Comm, Rel & CSR Kalimantan Roberth MV Dumatubun ketika dihubungi pekan lalu (Sabtu, 17/10/2020) mengatakan, Pertamina kembali menyalurkan pinjaman modal usaha kemitraan kepada pelaku UMKM di kalimantan sebesar Rp. 2,5 Miliar.
Tujuan pemberian dana Program Kemitraan untuk meningkatkan kemampuan UMKM dalam berusaha dalam bentuk pinjaman dana bergulir.
Menurutnya ditengah pandemi Covid-19 ini banyak UMKM yang terdampak dan memerlukan suntikan modal untuk bangkit dan menata usahanya.
“Pinjaman modal usaha ini merupakan program kemitraan sebagai salah satu tanggung jawab sosial lingkungan pertamina kepada masyarakat sekitar,”jelas Roberth. [Karana Wijaya W]














Discussion about this post