Kalteng Today – Palangka Raya, – Aksi unjuk rasa penolakan disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Jalan S Parman Palangka Raya mengakibatkan dua orang mahasiswi pingsan karena kelelahan saat berdesak-desakan di antara peserta aksi unjuk rasa lainnya pada, Kamis (15/10/2020) kemarin.
Dua orang mahasiswi tersebut terpaksa harus dilarikan oleh Tim Medis Pendisiplinan Protokol Kesehatan yang bertugas mengamankan jalannya aksi ke Rumah Sakit Bhayangkara Tk III Kota Palangka Raya untuk segera mendapatkan perawatan.
Saat dievakuasi dari kerumunan massa, keduanya mengaku mengalami pusing masuk angin, sesak nafas dan dehidrasi.
AIPDA Romy Irawan Patiku selaku penanggung jawab IGD Rumah Sakit Bhayangkara Kota Palangka Raya mengatakan keduanya sedang dalam kondisi kelelahan.
“Dua mahasiswi tersebut kami tangani dan dirawat akibat berdesak-desakan serta mengalami kelelahan,” terangnya.
Baca Juga :Â Sugianto Sabran Gelar Kampanye Dialogis Dan Tatap Muka Bersama Warga Kuala Pembuang
Selain itu juga dikatakan, pihaknya telah memberikan pelayanan yang terbaik kepada kedua mahasiswi peserta aksi demo tersebut agar dapat beraktifitas kembali.
“Keduanya dalam keadaan stabil, namun perlu istirahat untuk memulihkan kondisinya” tandas IPDA Romy. [Red]














Discussion about this post