Kalteng Today – Palangka Raya, – Pandemi Virus Korona masih saja menghantui wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan hal ini sangat berdampak luar biasa bagi sektor pariwisata dan salah satunya yakni objek wisata Tanjung Puting di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
“Pelaku usaha wisata disana berharap agar pemerintah dapat membuka kembali wisata. Sebab sampai saat ini akibat penutupan sangat dampak bagi mata pencaharian 500 orang pelaku usaha atau pekerja wisata disana,”kata Ketua Tim Reses Daerah Pemilihan III,H Sugiyarto, Rabu (2/9).
Dirinya mengatakan adapun nasib para pelaku usaha jasa wisata saat ini sangat memprihatinkan dan juga sangat bergantung pada hal itu, terlebih lagi penghasilan mati total, dan ini memperburuk kondisi di wilayah tersebut.
“Mereka sangat terdampak, diharapkan bantuan sosial (Bansos) tahap kedua dapat kembali dikucurkan bagi warga disana,” tutur politisi Partai Gerindra tersebut.
Anggota dewan Provinsi Kalteng yang juga Mantan wakil Bupati Lamandau ini berharap untuk diadakan kegiatan padat karya dimohon supaya melibatkan pelaku wisata supaya mereka bisa menyambung hidup dan kembali memulihkan perekonomian disana.
“Sampai dengan saat ini, ada 120 kelotok (perahu mesin) yang biasa mengangkut wisatawan beberapa bulan ini menganggur hingga tidak ada pendapatan atau pemasukan. Bahkan ada enam kelotok yang tenggelam karena tidak ada biaya perawatan, atau tidak ada biaya memperbaiki. Harapannya menyangkut itu mendapat perhatian dari pemprov atau kabupaten setempat,” terangnya.
Baca Juga :Â Dorong Pemulihan Ekonomi Melalui Padat Karya Tunai
Dirinya meminta agar ada rekomendasi dari pemerintah daerah agar pemerintah pusat bisa membuka kembali, sehingga para pelaku usaha ini dapat beroperasi kembali.
“Permintaan agar Tanjung Puting dibuka sangat banyak. Kalau dibuka akan sangat berdampak bagi pemulihan ekonomi daerah dan masyarakat. Pada prinsipnya masyarakat dan pelaku usaha wisata disana siap menerapkan protokol kesehatan seperti anjuran pemerintah,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post