Kalteng Today – Puruk Cahu, – Kondisi belajar jarak jauh yang dilakukan peserta didik akibat pandemi covid-19 di Kabupaten Murung Raya (Mura) selama ini, dianggap sebagian pihak kurang efektif bahkan membebani orang tua siswa, namun Pemerintah Kabupaten Mura sendiri enggan mengambil resiko hingga saat ini dengan menerapkan sistem pembelajaran tatap muka.
Menanggapi perihal tersebut, Wakil ketua II DPRD Mura Rahmanto Muhidin sampaikan bahwa kasus pandemi Covid-19 yang saat ini terus mengalami penurunan bahkan dalam beberapa waktu lalu sempat berada pada zona hijau tidak serta merta sistem pembelajaran tatap muka dibuka tanpa adanya kajian dan pembahasan yang mendalam.
“Jangan sampai adanya pelonggaran kegiatan belajar mengajar secara tatap muka malah menjadi tempat penyebaran covid-19 karena pandemi covid-19 berakhirnya kapan, kita juga tidak mengetahuinya. Saya sendiri menyadari proses belajar mengajar jarak jauh ini memang tidak sepenuhnya efektif dan kadang memberatkan orang tua siswa,” papar Ketua fraksi PKB DPRD Mura ini, Senin (24/8/2020).
Baca Juga :Â Peringati HUT TVRI, Polda Kalteng Ikut Berpartisipasi Dalam Kegiatan Pembagian 4.500 Masker
Akan tetapi, dirinya juga menjelaskan bahwa setiap orang tua siswa di Kabupaten Mura juga dapat memahami kebijakan pemerintah yang tidak ingin mengambil resiko sehingga anak didik tertular Covid-19 terutama di daerah Kecamatan dan Desa yang cukup rentan terhadap penularan Covid-19.
Ditambahkan oleh politisi PKB ini lagi, setidaknya Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di Kabupaten Mura dapat melakukan pengkajian kepada wilayah kecamatan dan desa yang hingga saat ini terus berada pada zona hijau.
“Setidaknya ada kajian dan persiapan yang harus dilakukan oleh pihak terkait, terutama pada Kecamatan yang saat ini belum ada kasus Covid-19 seperti Kecamatan Sumber Barito, Seribu Riam, Uut Murung dan Sungai Babuat agar proses belajar tatap muka dapat dikaji dengan penerapan standar protokol kesehatan yang baik sehingga tidak berpotensi membahayakan para siswa dan tenaga pendidik,” tutup Rahmanto. [Red]














Discussion about this post