Kalteng Today – Kuala Pembuang, – Bupati Seruyan Yulhaidir meminta seluruh kepala desa di wilayah Seruyan agar bisa mendata warga desanya yang sering melakukan aktivitas keluar masuk hutan di wilayah masing-masing.
Permintaan itu disampaikan Bupati Seruyan dihadapan seluruh kepala desa saat menghadiri rapat koordinasi pengendalian karhutla, di aula Hotel Aquarius Sampit, Sabtu (22/8/2020).
Menurut bupati, mayoritas sebanyak 70 hingga 80 persen, kejadian karhutla di Seruyan ini terjadi diwilayah atau lokasi hutan yang jauh dari lokasi pemukiman penduduk atau tidak ada warga yang menghuninya.
“Saya minta seluruh kepala desa agar mendata dan mengawasi siapa saja warga desanya yang sering melakukan aktivitas di hutan seperti berburu, mencari ikan, atau lainnya,” kata Yulhaidir.
Bupati melanjutkan, bagi warga desa yang biasa atau sering keluar masuk hutan, diimbau untuk membuat api yang kemudian langsung ditinggal begitu saja tanpa di padamkan.
“Warga jangan membuat api di hutan. Karena karhutla di wilayah kita ini didomonasi terjadi di lokasi hutan yang tidak ada penduduknya sama sekali. Parahnya lagi, karhutla ini terjadi di daerah gambut sehingga sulit untuk dipadamkan,” ucapnya.
Baca Juga:Â Polwan Polres Barsel Juarai Lomba Menyumpit HUT RI Ke-75
Bupati menegaskan, siapa pun yang terbukti atau kedapatan membuat api yang berdampak pada kemunculan karhutla, dia meminta pihak aparat untuk memberikan hukuman yang tegas. Sehingga memberikan efek jera kepada yang lain.
“Ancaman karhutla ini merupakan hal yang serius yang harus kita hadapi bersama. Untuk itu, kembali saya minta warga yang berada di pedesaan jangan membuat api di dalam hutan,” ungkapnya. [Red]














Discussion about this post