Kalteng Today – Palangka Raya, – Para Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui kelompok 76 yang sedang mengikuti Program Pengabdian Masyarakat atau PMM Baktimu Negeri melakukan pengolahan  jamu tradisional bersama warga Desa Ramang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) guna meningkatkan imun tubuh pada saat pandemi Covid-19 saat ini.
“Banyak program kerja (Proker) yang kami susun, terutama tentang pengolahan jamu tradisional, karena sesuai dengan tema yang kami angkat dari kampus, yakni temanya Covid. Jadi, disini kami juga menjadi relawan Covid – 19 yang turun ke desa – desa,” kata Perwakilan Mahasiswa UMM, Yeni Ariani, Kamis (13/8), saat di konfirmasi oleh Kaltengtoday melalui seluler.
Terkait dengan pengolahan jamu tradisional, dirinya mengungkapkan saat memulai program, para mahasiswa yang berjumlah empat orang ini, yakni Anna, Yudistira, Danela, serta Yeni Ariani ini terlebih dahulu berkoordinasi dengan masyarakat desa, terlebih kepada pemerintah desa setempat.
“Jamunya yakni Kunyit Asam, dan resepnya sendiri dari masyarakat setempat. Dan jamu ini bisa dikonsumsi semua usia, baik anak – anak serta orang tua,” tuturnya.
Selain itu, dirinya menjelaskan, olahan jamu yang rencananya akan dibagikan ke seluruh masyarakat di desa tersebut sangat aman untuk dikonsumsi. Sehingga dapat dikonsumsi semua usia.
“Dalam ranah pencegahan Covid – 19, yang pasti kita sebelumnya sudah koordinasi untuk salah satu cara pencegahan atau menjaga imunitas tubuh, dan juga kita melakukan searching. Kami menemukan salah satu jamu yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh ialah Jamu Kunyit Asam,” terangnya.
Dirinya membeberkan, adapun bahan – bahan yang dipergunakan secara umum untuk pengolahan jamu tersebut, yakni seperti Kunyit, Gula Merah, dan Sirih.
Baca Juga:Â Mahasiswa KKN-T UPR Audiensi Dengan Perangkat Kelurahan
Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa kegiatan tersebut juga melibatkan ibu – ibu dari organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Ramang.
“Kami melakukan hal ini menggandeng PKK, karena kebetulan kami disana itu dengan kepala desa yang juga sekaligus sebagai Ketua PKK. Lalu, untuk pembagian jamu ini, kami lakukan seusai senam yang kami adakan bersama warga, sesuai jadwal yang kami sudah susun sebelumnya” tutupnya. [Red]














Discussion about this post