kaltengtoday.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi bulan Desember 2019 mencapai 0,63 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) senilai 135,43. Inflasi di Palangka Raya tersebut di pengaruhi oleh kenaikan indeks harga kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (2,43%), makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,65%), dan bahan makanan (0,38%).
“Perkembangan harga di Bulan Desember secara umum mengalami kenaikan. Inflasi 0,63 persen di Bulan Desember menyebabkan inflasi tahun kalender dan secara year-to-year 2,70 persen” kata kepala BPS YomanTofri saat konferensi pers di Kantor BPS, Palangka Raya, Kamis (2/1/20).
Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Kalimantan Tengah, Desember 2019 sebesar 98,75 persen terjadi inflasi 0,25 persen di wilayah pedesaan. Hal ini dipengaruhi oleh peningkatan nilai tukar subsektor tanaman perkebunan rakyat (1,64 poin), holtikultura (1,07 poin), tanaman pangan (0,92 poin), dan peternakan (0,44 poin). Indeks harga yang diterima petani (lt) naik 1,70 poin, lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani (lb) yang sebesar 0,30 poin.
Perkembangan Jasa Akomodasi Provinsi Kalimantan Tengah, November 2019 TPK hotel bintang sebesar 58,46 persen, turun 2,22 poin dibandingkan bulan lalu. Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang naik 0,71 persen, dari 26.105 orang (oktober) menjadi 26.291 orang (november). Jumlah tamu yang menginap di hotel non bintang juga naik 5,67 persen dari 58.686 orang (oktober) menjadi 62.011 orang (november).
Perkembangan Jasa Transportasi Provinsi Kalimantan Tengah, November 2019, frekuensi penerbangan pesawat naik 1,51 persen dibandingkan bulan lalu. Jumlah penumpang melalui transportasi udara naik 4,80 persen dari 133.401 orang di bulan Oktober menjadi 139.800 orang di bulan November. Sehingga arus lalu lintas barang melalui udara juga naik 6,91 persen dari 1.374 ton di bulan Oktober menjadi 1.469 ton di bulan November.
Perkembangan Perdagangan Luar Negeri Provinsi Kalimantan Tengah mengalami kenaikan total ekspor US$ 132,12 juta atau naik 0,98 persen dan impor US$ 4,74 juta atau turun 62,20 persen. Bahan bakar mineral masih menjadi komoditas utama ekspor (US$ 53,52 juta), berkontribusi 40,51 persen dari total ekspor. Secara kumulatif, total nilai ekspor naik 14,66 persen dari US$ 1.7702,95 juta (januari-November 2018) menjadi US$ 1.952,57 juta (Januari-November 2019).
Sedangkan total nilai impor turun 62,20 persen dari US$ 12,54 juta di Bulan Oktober menjadi hanya US$ 4,74 juta di Bulan November. Sehingga secara kumulatif, impor juga turun 69,44 persen dari US$ 216,77 juta (januari-november 2018) menjadi hanya US$ 66,25 juta (januari-november 2019).
Kony-KT














Discussion about this post