Kalteng Today – Sampit, – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin timur H.Ramli, menilai sistem pendidikan saat ini menyengsarakan orang masyarakat terlebih yang berbasis internet dan Learning Manajemen System (LMS).
“Sistem belajar di rumah secara online menyengsarakan masyarakat selain berat di ongkos juga dinilai tidak efektif untuk murid yang berada di luar kota terutama yang jauh dari jaringan internet,” kata H. Ramli, Senin (3/8/2020).
Menurutnya hal itu dirasakan masyarakat ekonomi menengah kebawah pasalnya sistem belajar mengajar menggunakan sistem online tersebut berat di ongkos akibatnya banyak orang tua yang mengeluh dengan sistem tersebut.
Lebih lanjut dia menjelaskan sejauh ini Komisi III DPRD Kotim, sudah melakukan rapat kerja dengan dinas pendidikan namun alhasil pihaknya belum bisa menemukan kebijakan pasalnya aturan ini murni dari pemerintah pusat sehingga sulit untuk dicari solusinya.
“Ini kan sudah aturan pusat dan mereka yang buat karena berkaca dengan kota yang tersedia fasilitas jaringan internet lancar disana sementara di daerah ini, kita ketahui bersama tidak semua kecamatan terjangkau untuk jaringan internet sehingga tidak jarang banyak warga yang mengeluhkan hal itu,” ungkap Ramli.
Baca Juga :Â Hasil Rapid Tes di Tewah, Sebanyak 92 orang Non Reaktif
Ditambahkannya, dalam hal ini perlu adanya suatu kebijakan dari kepala daerah guna menindaklanjuti keluhan masyarakat ini terutama mereka yang ekonomi kebawah tidak bisa membeli hp ataupun laptop juga kuota internet bayangkan setiap hari bisa menghabiskan 2,5Gb atau seharga Rp 50 ribu, ini benar-benar menyengsarakan masyarakat,”Demikian H.Ramli. [Red]














Discussion about this post