Kalteng Today – Palangka Raya, – Para anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) masih belum puas dengan jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan pihaknya kepada Pemda Provinsi Kalteng (eksekutif), pada sidang Paripurna ke- 5 belum lama ini.
“Kita sudah mengakomodir pertanyaan fraksi – fraksi yang belum bisa dijawab oleh pimpinan eksekutif. Disini kami tulis sebagai catatan dan sebagian besar dari anggota masih belum puas dengan jawaban dari pihak eksekutif beberapa waktu lalu,” kata Jimmy Carter kepada awak media, Rabu (15/7).
Dirinya mengaku, pihak DPRD Provinsi Kalteng terpaksa menunda rapat gabungan yang seharusnya dilaksanakan pihaknya bersama Pemprov Kalteng pada tanggal 14 juli lalu
“Karena Gubernur dan Wakil Gubernur masih berada di luar kota, maka akan kita jadwalkan pertemuan kita kembali nantinya, mungkin minggu depan, atau setelah kami melakukan kunjungan kerja keluar daerah,” tuturnya.
Dirinya mengungkapkan, pandangan para anggota DPRD, yang dalam hal ini melalui fraksi – fraksi, sangat perlu disampaikan secara langsung kepada gubernur maupun wakil gubernur, di karena pihak tersebut merupakan pimpinan eksekutif setempat.
“Ada banyak yang kita akomodir, mungkin seperti dana yang dititipkan ke Bareskrim Mabes Polri, masih belum dijawab juga oleh pihak Pemprov dan juga ada dana bagi hasil terkhususnya untuk kabupaten maupun kota,” tuturnya.
Baca Juga: Polsek Jaya Karya Kotim Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dirinya menjelaskan, untuk dana bagi hasil tersebut, banyak dari fraksi – fraksi yang menyatakan pembagian dana tersebut sangat minim. Sehingga perlu ditelusuri lebih lanjut.
“Ada tambahan juga untuk tahun 2019, ternyata banyak izin – izin yang mati, tetapi setelah diurus di PTSP Provinsi masih mangkrak atau tidak bisa keluar,” tukasnya. [Red]














Discussion about this post