Kalteng Today – Sampit, – Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Riskon Fabiansyah berharap pendidikan di masa pandemi COVID-19 ini tetap berjalan namun sistem pembelajaran jangan sampai membebani masyarakat.
“Sekolah harus mencarikan solusi bagi siswa yang tidak mampu mengikuti pembelajaran dengan sistem online. Pihak sekolah harus aktif dan berinisiatif menanyakan kesanggupan orangtua siswa. Jangan sampai mereka memaksakan diri agar bisa mengikuti pembelajaran online padahal di luar kemampuan mereka, khususnya secara ekonomi,” kata Riskon, Senin, (13/7/2020) di Sampit.
Hal itu disampaikan Riskon menanggapi karena mulai adanya keluhan warga terkait sistem pembelajaran yang diberlakukan. Keluhan ini harus disikapi oleh pemerintah agar tidak sampai membebani orangtua siswa.
Misalnya seperti ada orangtua yang memiliki anak lebih dari satu orang. Mereka harus mengikuti sistem pembelajaran secara online di waktu yang bersamaan sehingga diperlukan telepon seluler maupun laptop dan jaringan internet untuk masing-masing.
Ini tentu menjadi kendala dan sudah ada keluhan disampaikan seorang warga yang memiliki empat orang anak dan harus mengikuti pembelajaran secara online di waktu bersamaan pada pagi hari. Selain memerlukan perangkat yang memadai, orang tua juga harus menyiapkan biaya untuk sambungan internet.
Baca Juga :Â DPRD Kalteng Minta Eksekutif Terus Tingkatkan Koordinasi
Menurut politisi Partai Golkar, masalah ini sebenarnya sudah ada diatur pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran dan tahun akademik baru di masa pandemi COVID-19 yang dikeluarkan pada 15 Juni lalu.
Secara rinci panduan tersebut juga merujuk Surat Keputusan Bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran dan tahun akademik baru di masa pandemi COVID-19.














Discussion about this post