kaltengtoday.com – Badan Pusat Statistik (BPS) akan kembali melakukan Sensus Penduduk (SP) Tahun 2020 serentak seluruh Indonesia yang akan dimulai pada Bulan Febuari hingga Juli 2020.
Hal itu dikatakan Kepala BPS Kalteng Yomin Tofri, Saat Rakornis persiapan Sensus Penduduk (SP) 2020 dalam rangka satu data kependudukan Indonesia kabupaten/kota se-Kalteng, di Palangka Raya, Senin (9/12/2019).
Dijelaskannya, Kegiatan sensus pendudukan merupakan sensus penduduk ketujuh semenjak kemerdekaan Indonesia itu, sesuai dengan amanat Undang Undang No. 15 tahun 1997 tentang Satistik. Dalam undang-undang itu menyebutkan BPS harus melakukan kegiatan sensus penduduk selambat-lambatnya 10 tahun sekali, Ujar Yomin Tofri.
“Sensus penduduk 2020 merupakan sensus yang spesial, karena pada pelaksanaannya nanti ada dua inovasi, yang pertama menggunakan metode kombinasi BPS akan melakukan kolaborasi menggunakan data registrasi penduduk dari Dukcapil,”ujar Yomin.
Hal itu kata dia sesuai dengan arahan dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 62 Tahun 2011 Tentang Srategi Nasional Percepatan Administrasi Kependudukan
Dipaparkannya, untuk pelaksanaan Sensus Penduduk online akan dilakukan pada tanggal 15 Febuari hingga 31 Maret 2020. Kemudian untuk Sensus Penduduk wawancara dilakukan pada bulan Juli 2020.
“Pada pelaksanaan sensus penduduk online ini BPS memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pengisian data mandiri,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekda Kalteng Fahrizal Fitri mengatakan, fungsi dan peran BPS Kalimantan Tengah sangat penting, khususnya dalam rangka perencanaan pembangunan baik di provinsi maupun kota di Kalimantan Tengah.
“Dan BPS secara berkesinambungan dan edukatif tidak hanya menjanjikan informasi statistik tapi juga memberikan pemikirian dan upaya membangun provinsi Kalimantan Tengah yang kita cintai,” Ujarnya.
Dijelaskan Sekda, Pada awal 2019 ini BPS telah merilis angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Tengah pada triwulan satu tahun 2019 yaitu sebesar 6,32% dibandingan dengan tahun 2018.
“Capaian ini cukup menggembirakan jika kita melihat kondisi ekonomi dunia saat ini, namun demikian kita tidak boleh berpuas diri harus semakin giat bekerja mengingat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi ini masih didorong sektor seperti sektor pertambangan, sektor keuangan, dan sektor komunikasi.”
Kony-KT














Discussion about this post