Kalteng Today – Palangka Raya, – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Irawati mengaku kaget mendengar besaran anggaran yang digunakan untuk pengelolaan limbah Rumah Sakit Doris Sylvanus (RSDS) Palangka Raya.
“Kita juga kaget. Biaya untuk pengolahan limbah Rumah Sakit Doris itu cukup besar. Pertahun anggaran yang dikeluarkan untuk pembuangan dan pengelolaan limbah sebesar Rp 3 M,” kata Irawati, kepada awak media, Jumat (19/6).
Namun, dirinya menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan tingginya anggaran yang dikeluarkan untuk pengelolaan limbah tersebut. Yang pertama ialah faktor tata letak dan ruang lingkup rumah sakit yang dikelilingi bangunan, sehingga memerlukan prosedur yang memperhatikan dampak sekitarnya.
Srikandi DPRD Provinsi Kalteng yang berasal dari Fraksi PDI-Perjuangan ini mendukung rencana Pemerintah Provinsi Kalteng untuk membangun rumah sakit baru. Disebabkan bahwa kini RSDS tidak bisa dikembangkan lagi, RSDS juga sudah begitu padat untuk rumah sakit rujukan di provinsi yang biasa disebut Bumi Tambun Bungai itu.
“Rumah sakit baru sudah sangat dibutuhkan, karena yang ada lokasinya di tengah kota dan pengembangan sudah sulit. Bahkan limbah saja pengelolaannya begitu mahal, sementara RS baru malah bisa menerima limbah,” ungkapnya.
Baca Juga : Palangka Raya Sedang Pertimbangkan Lakukan Kembali PSBB
Dilain pihak, Direktur RSDS Palangka Raya, Yayuk Indriati saat dikonfirmasi awak media mengungkapkan, pihaknya akan memeriksa data pengelolaan limbah di RSDS tersebut.
Lebih lanjut, menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, Suyuti Syamsul, yang juga pernah menjabat Direktur RSDS, saat diminta komentarnya terkait tingginya dana pengelolaan limbah RSDS membenarkannya.
“Saya sebetulnya tidak punya kewenangan menjawab lagi. Pengalaman saya memang sangat mahal, namun saya tidak tahu lagi angkanya saat ini dan setahu saya sampai saat ini, semua limbah masih dikirim ke Samarinda untuk diolah,” tukasnya. [Red]














Discussion about this post