Kalteng Today
  • Berita
  • Eksekutif & Legislatif
    • Legislatif
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Barito Selatan
      • DPRD Barito Timur
      • DPRD Barito Utara
      • DPRD Gunung Mas
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Katingan
      • DPRD Kotawaringin Barat
      • DPRD Kotawaringin Timur
      • DPRD Lamandau
      • DPRD Murung Raya
      • DPRD Palangka Raya
      • DPRD Pulang Pisau
      • DPRD Seruyan
      • DPRD Sukamara
    • Eksekutif
      • Pemprov Kalimantan Tengah
      • Pemkab Barito Selatan
      • Pemkab Barito Timur
      • Pemkab Barito Utara
      • Pemkab Gunung Mas
      • Pemkab Kapuas
      • Pemkab Katingan
      • Pemkab Kotawaringin Barat
      • Pemkab Kotawaringin Timur
      • Pemkab Lamandau
      • Pemkab Murung Raya
      • Pemkab Pulang Pisau
      • Pemkab Seruyan
      • Pemkab Sukamara
      • Pemko Palangka Raya
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Tips Trik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Cek Fakta
  • Opini
No Result
View All Result
  • Berita
  • Eksekutif & Legislatif
    • Legislatif
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Barito Selatan
      • DPRD Barito Timur
      • DPRD Barito Utara
      • DPRD Gunung Mas
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Katingan
      • DPRD Kotawaringin Barat
      • DPRD Kotawaringin Timur
      • DPRD Lamandau
      • DPRD Murung Raya
      • DPRD Palangka Raya
      • DPRD Pulang Pisau
      • DPRD Seruyan
      • DPRD Sukamara
    • Eksekutif
      • Pemprov Kalimantan Tengah
      • Pemkab Barito Selatan
      • Pemkab Barito Timur
      • Pemkab Barito Utara
      • Pemkab Gunung Mas
      • Pemkab Kapuas
      • Pemkab Katingan
      • Pemkab Kotawaringin Barat
      • Pemkab Kotawaringin Timur
      • Pemkab Lamandau
      • Pemkab Murung Raya
      • Pemkab Pulang Pisau
      • Pemkab Seruyan
      • Pemkab Sukamara
      • Pemko Palangka Raya
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Tips Trik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Cek Fakta
  • Opini
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kalteng Today

Menengok Usaha Kerajinan Tikar Purun Yang Bertahan Ditengah Pandemi

by Redaksi
14/06/2020
A A
Menengok Usaha Kerajinan Tikar Purun Yang Bertahan Ditengah Pandemi

Ibu Tasmi (49) tengah menggiling ikatan purun dengan menggunakan media batang kelapa untuk selanjutnya akan diolah menjadi anyaman tikar siap jual. Foto : Parnen

Kalteng Today – Kuala Pembuang, – Dipagi nan terik itu nampak sekelompok perempuanĀ  saling bergotong memutar batang kelapa yang ditaruh pada sebuah kayu penyangga untuk meremukkan ikatan purun agar mudah diolah menjadi tikar.

Peluh disekujur tubuh akibat beratnya pekerjaan dan terik matahari tak jua dihiraukan oleh para wanita yang kebanyakan sudah berusia paruh baya itu.

Memang menekuni suatu usaha pastinya dibutuhkan kemahiran dan kesabaran dalam mengelola usaha agar tetap berjalan.

Itulah yang saat ini dilakoni oleh para kaum ibu di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan Kalteng.

Profesi mereka adalah pembuat anyaman tikar purun. Kaum perempuan ini tak lantasĀ  mengeluh dengan keterbatasan akses pemasaran hasil kerajinan.

Meski ditengah pandemi penyebaran Covid-19, usaha yang dilakoni secara turun temurun di desa itu, hingga saat ini masih tetap bertahan dengan gaya khas pembuatan secara tradisional.

“Desa kami ini dikenal sebagai sentra pengrajin atau pembuatan anyaman tikar dari bahan purun,” kata Ibu Tasmi (49), mengawali pembicaraan, saat disambangi Kalteng Today, Minggu pagi (14/6/2020).

Cuaca Minggu pagi ini cukup tampak terik, dengan kondisi dilingkungan pedesaan itu terlihat sepi.

Jemuran purun yang masih basah, berjejer di depan rumah warga dengan harapan agar cepat kering untuk selanjutnya diolah menjadi anyaman tikar.

Tampak Ibu Tasmi bersama kaum ibu lainnya, saling bergotong memutar batang kelapa yang ditaruh pada sebuah kayu penyangga untuk meremukkan ikatan purun agar mudah diolah menjadi tikar.

“Memutar batang kelapa untuk mengolah purun ini butuh tenaga. Meski tenaga tak sekuat dulu, kita tetap harus semangat. Dengan harapan olahan tikar purun nanti bisa laku terjual,” ucap Ibu Tasmi.

Ibu Tasmi mengaku, untuk pengadaan bahan baku purun, dia bersama pengrajin lainnya masih menggandalkan pasokan dari warga desa setempat yang bersedia mencarikan purun.

“Satu ikat purun kita beli seharga Rp7.000. Itu pun sekarang ini agak susah memperolehnya,” ujarnya.

Dia melanjutkan, bahan baku purun yang diperoleh pengrajin, biasanya masih dalam keadaan basah.

Purun itu tak bisa langsung diolah menjadi tikar atau anyaman kerajinan lainnya. Tetapi harus dijemur selama beberapa hari hingga kering.

Selanjutnya melalui proses penggilingan selama satu hari dan berlanjut ke proses pengayaman.

Baca Juga:Ā Viral, Lagu ā€˜Balonku’ dan ā€˜Naik-Naik ke Puncak Gunung’ Disebut Ajarkan Kebencian Terhadap Islam

“Untuk satu buah tikar purun ukuran 1,5 meter kita jual kepada pengepul seharga Rp15.000 perlembar. Kalau kita jual sendiri, biasanya Rp20.000 perlembar,” ucapnya.

Berbicara soal keuntungan dari usaha pembuatan tikar purun tersebut, Ibu Tasmi mengungkapkan, keuntungan dari hasil penjualan yang diperoleh tak banyak. Hasilnya hanya cukup untuk menambah atau menopang biaya kebutuhan hidup keluarga di rumah.

“Bayangkan saja, untuk satu ikat bahan baku purun, begitu diolah hanya bisa memperoleh satu buah tikar.

Rata-rata dalam satu keluarga pengrajin, mampu menganyam tikar sebanyak lima lembar. Itu pun butuh proses pembuatan selama beberapa hari, mulai dari penjemuran, penggilingan hingga penganyaman,” tutur dia.

Dimasa pandemi Covid-19 ini, dia bersama pengrajin lainnya berharap ada perhatian dari pemerintah daerah guna membantu untuk pengembangan usaha tradisional ini.

“Selama pandemi virus Corona ini kita tetap bertahan dalam usaha, meskipun penjualan hasil kerajinan agak sepi. Mudah-mudahan saja ada perhatian dari pemerintah daerah agar usaha kecil ini tetap selalu berjalan,” ungkapnya. [Red]

Tags: BudayaKuala Pembuang

Baca Juga

Laporan Pejabat Sinar Mas terhadap Sapriyadi Bergulir di Tengah Mediasi Plasma dan Tenggat Waktu Gubernur Kalteng

Laporan Pejabat Sinar Mas terhadap Sapriyadi Bergulir di Tengah Mediasi Plasma dan Tenggat Waktu Gubernur Kalteng

05/11/2026

...

Mediasi Buntu, Warga Sebabi Siapkan Pembuktian Hak atas 172 Hektare Lahan Sengketa

Mediasi Buntu, Warga Sebabi Siapkan Pembuktian Hak atas 172 Hektare Lahan Sengketa

05/11/2026

...

Pemadaman Listrik Jadi Kendala Pelaksanaan Operasi Katarak di UPTD Puskesmas Ampah

Pemadaman Listrik Jadi Kendala Pelaksanaan Operasi Katarak di UPTD Puskesmas Ampah

04/11/2026

...

Kebun Sitaan di Tengah Sengketa Adat: 21 Alas Hak Diserahkan, Agrinas Masih Menunggu Instruksi Pusat

Kebun Sitaan di Tengah Sengketa Adat: 21 Alas Hak Diserahkan, Agrinas Masih Menunggu Instruksi Pusat

04/11/2026

...

Status Penanganan Karhutla Diturunkan Pemkab Bartim, Sejumlah Langkah Penanganan Dievaluasi

Status Penanganan Karhutla Diturunkan Pemkab Bartim, Sejumlah Langkah Penanganan Dievaluasi

03/11/2026

...

Discussion about this post

ARTIKEL TERBARU

Laporan Pejabat Sinar Mas terhadap Sapriyadi Bergulir di Tengah Mediasi Plasma dan Tenggat Waktu Gubernur Kalteng
Berita

Laporan Pejabat Sinar Mas terhadap Sapriyadi Bergulir di Tengah Mediasi Plasma dan Tenggat Waktu Gubernur Kalteng

05/11/2026
Mediasi Buntu, Warga Sebabi Siapkan Pembuktian Hak atas 172 Hektare Lahan Sengketa
Berita

Mediasi Buntu, Warga Sebabi Siapkan Pembuktian Hak atas 172 Hektare Lahan Sengketa

05/11/2026
Pemadaman Listrik Jadi Kendala Pelaksanaan Operasi Katarak di UPTD Puskesmas Ampah
Berita

Pemadaman Listrik Jadi Kendala Pelaksanaan Operasi Katarak di UPTD Puskesmas Ampah

04/11/2026
Kebun Sitaan di Tengah Sengketa Adat: 21 Alas Hak Diserahkan, Agrinas Masih Menunggu Instruksi Pusat
Berita

Kebun Sitaan di Tengah Sengketa Adat: 21 Alas Hak Diserahkan, Agrinas Masih Menunggu Instruksi Pusat

04/11/2026
Status Penanganan Karhutla Diturunkan Pemkab Bartim, Sejumlah Langkah Penanganan Dievaluasi
Berita

Status Penanganan Karhutla Diturunkan Pemkab Bartim, Sejumlah Langkah Penanganan Dievaluasi

03/11/2026
Lima Syarat Perdamaian Warga Sebabi : Enclave 172 Hektare hingga Pencabutan Laporan Polisi
Berita

Lima Syarat Perdamaian Warga Sebabi : Enclave 172 Hektare hingga Pencabutan Laporan Polisi

02/11/2026

Kalteng Today

Ikuti Kami di Media Sosial

TrustWorthy News

Rubrik

  • Berita
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Nasional
  • Eksekutif
  • Legislatif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Tips Trik

Download Aplikasi

Rubrik

  • Berita
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Eksekutif
  • Legislatif
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Tips Trik

Download Aplikasi

Ā© Hak cipta 2022 Kaltengtoday.com | Hak cipta dilindungi hukum.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Info Iklan

No Result
View All Result
  • Berita
  • Eksekutif & Legislatif
    • Legislatif
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Barito Selatan
      • DPRD Barito Timur
      • DPRD Barito Utara
      • DPRD Gunung Mas
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Katingan
      • DPRD Kotawaringin Barat
      • DPRD Kotawaringin Timur
      • DPRD Lamandau
      • DPRD Murung Raya
      • DPRD Palangka Raya
      • DPRD Pulang Pisau
      • DPRD Seruyan
      • DPRD Sukamara
    • Eksekutif
      • Pemprov Kalimantan Tengah
      • Pemkab Barito Selatan
      • Pemkab Barito Timur
      • Pemkab Barito Utara
      • Pemkab Gunung Mas
      • Pemkab Kapuas
      • Pemkab Katingan
      • Pemkab Kotawaringin Barat
      • Pemkab Kotawaringin Timur
      • Pemkab Lamandau
      • Pemkab Murung Raya
      • Pemkab Pulang Pisau
      • Pemkab Seruyan
      • Pemkab Sukamara
      • Pemko Palangka Raya
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Tips Trik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Cek Fakta
  • Opini

Ā© Hak cipta 2021 Kaltengtoday.com | Hak cipta dilindungi hukum.