Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Perjalanan menuju ke Desa Muara Plantau, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, menggunakan transportasi perahu kelotok, masih belum lancar seperti sebelum musim kemarau. Karena debit air yang surut, perahu kelompok yang menjadi moda transportasi warga pun kerap terkendala.
Namun, jembatan yang menghubungkan Desa. Muara Plantau dengan Desa Dayu, Kecamatan Karusen Janang, yang dulu digaungkan Bupati Bartim menggantikan jembatan lama yang rusak, kini sudah bisa dipakai. Tidak lagi kayu, melainkan beton.
Baca Juga : Dari Kebun BGA ke Kebun Rakyat, Field Trip Jadi Jembatan Transfer Teknologi Sawit
“Ya memang agak alot dibandingkan saat musim hujan di mana air tinggi. Tapi masih bisa saja dilalui. Kalau mau cepat, ya lewat jembatan dari Desa Dayun ke Plantau. Sudah bisa dilewati, ” ujar Marhani, salah seorang pedagang yang mengaku sering ke Desa Muara Plantau, tadi (Rabu, 28/10/2026).
Mengenai jembatan, Bupati Bartim Drs M Yamin MBA sendiri pernah mencetuskan rencana restrukturisasi bangunan di mana pembangunanya menggunakan material permanen untuk menghindari kerusakan berulang.
Baca Juga : Aplikasi “Lapor Pak Gub” Jadi Jembatan Aduan Masyarakat ke Pemprov Kalteng
“Jadi, kita berfikir lebih baik biayanya tinggi tapi kualitasnya terjamin. Karena kalau nanti diperbaiki dengan bahan demi permanen,pasti akan rusak dalam beberapa tahun. Nanti kita pusing lagi menggantinya, ” ujar Yamin waktu itu.
Dan hal tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pembangunan di tahun 2025, dengan dana lebih dari Rp1, 1 miliar dari APBD. Dan kini, jembatan itu telah selesai sehingga bisa digunakan oleh warga, yang akan menuju ke Desa Muara Plantau atau sebaliknya. [Red]














Discussion about this post