Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Universitas Palangka Raya (UPR), memberikan pelatihan pengolahan singkong lokal menjadi mi.
Pelatihan tersebut ditujukan kepada 10 ibu anggota PKK Desa Tuwung, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan nilai tambah pangan lokal sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi desa.
Pelatihan tersebut mengusung tema “Peningkatan Nilai Tambah Singkong Lokal melalui Pelatihan Produksi Mi Berbasis Tepung Singkong”.
Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang pengolahan singkong, tetapi juga pembelajaran mengenai pengemasan produk, perhitungan biaya sederhana, serta penggunaan peralatan pendukung produksi.
Baca Juga : UPR Sesuaikan Struktur Organisasi, Sejumlah Pejabat Dilantik
Ketua Tim Pengabdian Prodi Agribisnis UPR, I Gede Suhartawan menjelaskan, kegiatan ini dirancang untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai potensi singkong sebagai bahan pangan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
“Singkong lokal memiliki peluang untuk diolah menjadi beragam produk pangan. Melalui pengolahan yang tepat, pengemasan yang menarik, dan pengelolaan usaha sederhana, komoditas tersebut diharapkan memiliki nilai tambah serta membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif,” kata I Gede Suhartawan.
Tim pengabdian terdiri atas I Gede Suhartawan sebagai ketua, bersama Devi Fatmawati dan Ir. Pordamantra sebagai anggota.
Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan dua mahasiswa Program Studi Agribisnis yang membantu praktik dan mendampingi peserta selama pelatihan.
“Melalui pelatihan ini, singkong lokal diharapkan tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” tandas Suhartawan.
Kegiatan secara resmi dibuka Kepala Desa Tuwung, David Faisal Anderson, didampingi Ir. Pordamantra, M.Eng., selaku Ketua Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian UPR.
Pemerintah desa menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari kerja sama yang telah terjalin dengan Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan UPR.
Desa Tuwung merupakan salah satu desa binaan fakultas yang diharapkan terus menjadi ruang kolaborasi dalam pengembangan potensi masyarakat.
Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendukung peningkatan nilai tambah produk lokal, pengembangan usaha masyarakat, serta penguatan kelembagaan sesuai kebutuhan desa.
Dalam pelatihan, Devi Fatmawati menyampaikan materi mengenai potensi singkong lokal dan teknik pengolahannya. Materi tersebut menjadi bekal bagi peserta sebelum mengikuti praktik langsung mengolah singkong menjadi mi berbasis tepung singkong.
Para peserta kemudian mempraktikkan tahapan pengolahan dengan memanfaatkan peralatan pendukung yang diperkenalkan tim pengabdian.
Baca Juga : FMIPA UPR Bantu UMKM Pahandut Adaptif di Era Digital
Para peserta juga memperoleh penjelasan mengenai proses pengemasan agar produk yang dihasilkan lebih siap untuk dikembangkan sebagai produk pangan.
Mi hasil praktik selanjutnya disajikan dalam bentuk mi ayam. Penyajian tersebut memberikan gambaran kepada peserta bahwa singkong lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih beragam dan memiliki daya tarik untuk dikonsumsi maupun dipasarkan.
Selain keterampilan produksi, pengenalan perhitungan biaya sederhana menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
Pengetahuan ini diharapkan membantu peserta memahami aspek dasar pengelolaan usaha, mulai dari penggunaan bahan baku hingga memperhitungkan biaya yang diperlukan dalam menghasilkan produk.
Secara lebih luas, kegiatan pengabdian ini sejalan dengan upaya penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Pemanfaatan singkong sebagai bahan baku pangan dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan produk desa, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan menjajaki peluang usaha sesuai kemampuan serta kebutuhan setempat.
Ke depan, keberadaan Desa Tuwung sebagai desa binaan diharapkan memperkuat kesinambungan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Baca Juga : UPR Buka Seleksi Mandiri Lokal 2026, Beri Kesempatan Putra-Putri Daerah Kuliah
Melalui pendampingan yang sesuai kebutuhan desa, Prodi Agribisnis UPR berpeluang berkontribusi dalam pengembangan usaha produktif, pemanfaatan sumber daya lokal, serta peningkatan kapasitas masyarakat.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut didukung melalui hibah dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPR.
Tim pengabdian menyampaikan apresiasi kepada LPPM UPR atas dukungan pendanaan, serta kepada Pemerintah Desa Tuwung, PKK Desa Tuwung, dan seluruh peserta yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan. [Red]














Discussion about this post