Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Musyawarah Besar (Mubes) I Forum Kebangsaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Paguyuban, dan Kerukunan Kalimantan Tengah (Kalteng) Tahun 2026 resmi digelar di Hotel Aurila Palangka Raya, Minggu (6/9/2026).
Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi berbagai organisasi masyarakat, paguyuban, dan kerukunan di Kalimantan Tengah untuk memperkuat persatuan, membangun sinergi, sekaligus merumuskan arah organisasi ke depan.
Dalam Mubes yang mengusung slogan “Bersatu, Damai, dan Bermanfaat” tersebut, Yanto Eko Saputra terpilih sebagai Koordinator Forum Kebangsaan Ormas, Paguyuban, dan Kerukunan Kalteng.
Baca Juga : DPRD Barito Utara Pujikan SIDAGRIN, Sistem Arsip Digital yang Mempercepat Transformasi Pelayanan Publik
Terpilihnya Yanto menjadi salah satu keputusan penting dalam Mubes I yang diikuti berbagai organisasi masyarakat di Kalimantan Tengah.
Ketua Panitia Mubes, Tomu Sibarani, mengatakan pelaksanaan Mubes berawal dari kesepakatan dan arahan Pembina serta pengurus Forum Kebangsaan setelah berpulangnya koordinator sebelumnya, almarhum Adi Abdian Noor.
Menurut Tomu, panitia kemudian bergerak melakukan konsolidasi dengan melibatkan berbagai unsur untuk memastikan pelaksanaan Mubes berjalan sesuai rencana.
Ia menyebut terdapat 93 organisasi masyarakat yang memiliki hak suara dalam forum tersebut.
“Panitia bekerja dengan cepat, tepat, dan terus berkoordinasi dengan seluruh elemen, baik dari unsur pemerintah, masyarakat, maupun akademisi. Dari data yang ada, terdapat 93 ormas yang memiliki hak suara dan dapat melakukan pemungutan suara (voting) apabila diperlukan dalam dinamika Mubes nantinya,” ujar Tomu.
Ia menjelaskan, slogan “Bersatu, Damai, dan Bermanfaat” diharapkan menjadi semangat bersama bagi seluruh organisasi masyarakat untuk memperkuat kolaborasi serta menjaga kebersamaan di Kalimantan Tengah.
Baca Juga : Pemprov Kalteng Tekankan Transformasi Birokrasi dalam Penutupan Latsar CPNS
Tomu juga menegaskan posisi ormas sebagai mitra kritis pemerintah daerah. Karena itu, menurutnya, keberadaan Forum Kebangsaan diharapkan dapat mendorong penguatan kapasitas organisasi, termasuk dari sisi akademis maupun tata kelola administrasi.
“Ormas adalah mitra kritis dari pemerintah daerah. Kami berharap melalui forum ini, narasi akademis dan tata kelola administratif organisasi semakin diperkuat,” imbuhnya.
Mubes I Forum Kebangsaan tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Dewan Pengarah Forum Kebangsaan Ormas, Paguyuban, dan Kerukunan Kalteng, Brigjen Pol (Purn) Andreas Wayan Wicaksono.
Dalam sambutannya, Andreas mengatakan Forum Kebangsaan lahir dari kesadaran bersama untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan kehidupan masyarakat di Kalimantan Tengah.
Menurutnya, forum tersebut dibangun sebagai wadah yang mampu mempertemukan berbagai elemen masyarakat sekaligus menjadi ruang komunikasi untuk mencegah potensi gesekan yang muncul akibat perbedaan kepentingan maupun ego sektoral.
“Kita punya latar belakang sejarah yang mengajarkan bahwa konflik dan kerusuhan hanya membawa kerugian bagi semua pihak. Forum ini kita bangun dari bawah (bottom-up), dari akar rumput secara mandiri, layaknya pohon yang tumbuh kuat dari akarnya agar bisa menjadi tempat berteduh yang aman bagi siapa saja,” tegas Andreas.
Ia juga menekankan pentingnya posisi masyarakat Dayak sebagai tuan rumah di Kalimantan Tengah, dengan filosofi Huma Betang sebagai salah satu nilai yang dapat menjadi perekat di tengah keberagaman etnis, organisasi, dan paguyuban.
Baca Juga : Transformasi Digital Jadi Bagian Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok Desa
Andreas menjelaskan, Forum Kebangsaan tidak dibangun dengan struktur yang menempatkan seorang ketua di atas pimpinan organisasi lainnya. Koordinator yang dipilih memiliki fungsi utama untuk merangkul dan mengoordinasikan seluruh elemen yang berhimpun di dalam forum.
“Di forum ini tidak ada istilah ‘ketua di atas ketua’. Yang kita pilih adalah seorang Koordinator, di mana fungsinya adalah merangkul dan mengoordinasikan seluruh pengurus serta ormas untuk merumuskan kegiatan yang mendukung kebijakan pemerintah, menjaga ketertiban, dan mengawal keamanan,” jelasnya.
Ia berharap koordinator bersama tim formatur yang terpilih dapat segera menyusun langkah-langkah strategis, termasuk merumuskan Peraturan Forum sebagai pedoman dalam menjalankan roda organisasi.
Andreas juga mengingatkan seluruh peserta Mubes agar mengedepankan musyawarah mufakat serta menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti Mubes dengan penuh rasa tanggung jawab, mengedepankan semangat musyawarah mufakat, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok atau pribadi,” ujarnya.














Discussion about this post