Kaltengtoday.com, Sampit – Menjelang pembacaan putusan akhir perkara sengketa lahan dalam forum Basara Hai, keberadaan PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) kembali menjadi sorotan.
Ketika perusahaan tidak hadir dalam dua agenda sidang lanjutan, sebuah surat yang disebut berasal dari PT BAP justru muncul di Sekretariat Batamad Kecamatan Telawang, Rabu (26/8/2026) siang.
Kedatangan surat tersebut pun berlangsung dengan cara yang mengundang tanda tanya.
Seorang pria datang membawa amplop berlogo perusahaan. Namun, ketika diminta menjelaskan identitas dan maksud kedatangannya, pria tersebut mengaku hanya sebagai sopir.
Anggota Batamad Kecamatan Telawang, Andre, mengatakan surat itu diserahkan tanpa didahului komunikasi dengan pihak sekretariat.
“Sekitar pukul dua siang lewat, ada orang mengantar surat, tetapi mengantarnya tanpa permisi. Kami jadi bertanya-tanya, ini dari kantor apa, kok datang begitu saja langsung mengantar surat,” kata Andre.
Baca Juga : PUTUSAN DI ATAS KERTAS, PARIT DI TENGAH JALAN: Basara Hai Dihadang, PT BAP Disorot
Upaya untuk mengetahui asal dan tujuan surat justru semakin membuat situasi janggal.
Menurut Andre, pria tersebut mengaku tidak mengetahui dari mana surat itu berasal maupun untuk apa surat tersebut dikirim.
“Saya tanya, ‘Ini surat dari mana?’ Dia jawab, ‘Saya tidak tahu juga, Pak.’ Saya tanya lagi, ‘Terus apa tujuannya?’ Dia jawab, ‘Saya tidak tahu juga,’” tuturnya.
Andre kemudian meminta pria tersebut memanggil orang yang disebutnya sebagai pihak yang menugaskan pengantaran surat.
Sebab, menurut keterangan sang pengantar, masih ada seseorang yang menunggu di dalam mobil. “Kalau bisa, suruh orang yang di dalam mobil itu datang ke kantor, supaya kami tahu siapa yang mengantar,” ujarnya.
Permintaan itu sempat disanggupi, namun bukannya membawa orang yang dimaksud masuk ke kantor, pria tersebut justru kembali menuju kendaraan. Tak lama kemudian, mobil meninggalkan lokasi.
“Setelah itu, dia bilang akan menunjukkan ke mobil. Mereka datang menggunakan mobil. Namun, tanpa permisi, mereka langsung masuk kembali ke mobil dan pergi,” kata Andre.
Baca Juga : Basara Hai Bekukan Aktivitas di Lahan Sengketa 1.607 Hektare, PT BAP Wajib Hadir 20 Agustus
Atas kejadian tersebut, Batamad Telawang memilih tidak menerima surat tersebut. “Kami tidak menerima surat itu karena tidak jelas asalnya dan siapa yang mengantarnya,” tegasnya.
Dua Hari Sidang, PT BAP Tetap Tak Hadir
Insiden pengantaran surat tersebut terjadi di tengah rangkaian persidangan Basara Hai yang memasuki tahapan akhir.
Pada Rabu (26/8/2026), Majelis Kerapatan Mantir Basara Hai kembali menggelar sidang lanjutan. Agenda kemudian berlanjut pada Kamis (27/8/2026).
Majelis tetap membuka kesempatan kepada PT BAP untuk hadir dan menyampaikan sikapnya secara langsung. Namun hingga sidang berakhir, tidak ada satu pun perwakilan perusahaan yang hadir.














Discussion about this post