Kaltengtoday.com, Bandung — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Palangka Raya (FMIPA UPR) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB) resmi menandatangani dua Perjanjian Kerja Sama.
Kerjasama tersebut menurpakan langkah strategis dalam memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, riset, dan inovasi.
Baca Juga : UPR Buka Seleksi Mandiri Lokal 2026, Beri Kesempatan Putra-Putri Daerah Kuliah
Penandatanganan dilakukan oleh Dekan FMIPA ITB, Aep Patah, S.Si., M.Si., Ph.D., dan Dekan FMIPA UPR, Prof. Dr. Agus Haryono, M.Si. bertempat di Dekanat FMIPA ITB.
Dua perjanjian yang disepakati meliputi Perjanjian Kerja Sama Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi dan Perjanjian Kerja Sama Jalur Kerjasama Sarjana–Magister Antar Institusi (JKSM).
Dekan FMIPA UPR, Prof. Dr. Agus Haryono, M.Si. menyampaikan, penandatanganan dua perjanjian ini menjadi tonggak awal kolaborasi jangka panjang antara FMIPA UPR dan FMIPA ITB dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul.
“Hal ini juga akan memperkuat kapasitas sumber daya manusia, memperluas jejaring riset, serta menghasilkan inovasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” katanya, Selasa (21/7/2026).
Melalui kerja sama Tridharma Perguruan Tinggi , kedua fakultas sepakat mengembangkan berbagai program kolaboratif yang mencakup pendidikan dan pelatihan, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, sertifikasi kompetensi, pengembangan kelembagaan, publikasi ilmiah, serta berbagai kegiatan akademik lainnya yang disepakati kedua belah pihak.
“Kolaborasi ini dibangun atas semangat saling melengkapi keunggulan masing-masing institusi. FMIPA UPR memiliki potensi besar melalui sumber daya manusia yang relatif muda, adaptif, dan inovatif serta kedekatan dengan berbagai isu strategis Kalimantan,” ucapnya.
Menurutnya, salah satunya yakni pengelolaan lahan gambut, kehutanan, pertambangan, perkebunan, biodiversitas, kesehatan, energi, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Keunggulan FMIPA ITB memiliki kekuatan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, pengalaman riset, jejaring akademik, serta rekam jejak inovasi yang telah diakui secara nasional maupun internasional, diharapkan dapat mempercepat peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa FMIPA UPR sekaligus memperluas peluang penelitian bersama yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah,” ungkapnya.














Discussion about this post