Kaltengtoday.com, Sampit – Seorang pemanen kelapa sawit bernama Muhammad Al Faruq (26) dilaporkan hilang setelah diamankan dalam sebuah insiden di areal sengketa lahan antara Kelompok Tani Kambas Bersatu dan PT Sapta Karya Damai (SKD), Desa Penyang, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis pagi.
Hingga malam hari, keberadaan Faruq belum diketahui. Pihak keluarga, warga, hingga Damang Kepala Adat Kecamatan Telawang telah berupaya mencari keberadaannya, termasuk memastikan apakah korban diamankan aparat penegak hukum.
Berdasarkan keterangan Ketua Kelompok Tani Kambas Bersatu, Erlis, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu beberapa pemanen sedang memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke sebuah mobil pikap ketika sejumlah personel sekuriti PT SKD datang ke lokasi.
Dua orang pemanen disebut berhasil melarikan diri ke arah jalan. Sementara Muhammad Al Faruq yang berada di bagian belakang pikap tidak sempat menyelamatkan diri dan kemudian diamankan.
Baca Juga : Saat Negara Takluk pada Agunan Bank : 13.779 Hektare Sawit Best Agro Lolos dari Sitaan Satgas PKH
Erlis mengaku mengetahui peristiwa tersebut saat berada di Sampit. Setelah menerima kabar, ia langsung menuju lokasi.
“Saya parkir mobil di pinggir jalan lalu berjalan kaki. Saya tanya ke sekuriti yang jaga, ada informasi penangkapan di lahan kelompok tani? Jawabannya tidak ada, Pak,” ujar Erlis, menemui awak media kaltengtoday.com disampit.
Ia kemudian masuk ke kawasan kantor PT SKD dan mendapati mobil pikap miliknya sudah terparkir dengan kunci masih tergantung di kendaraan tersebut.
Menurut Erlis, ia kembali menanyakan keberadaan Faruq kepada petugas sekuriti, namun tidak memperoleh jawaban yang jelas. Pertanyaan serupa juga ia sampaikan kepada personel Brimob yang berjaga di lokasi dan, menurut pengakuannya, kembali mendapat jawaban bahwa mereka tidak mengetahui keberadaan Faruq.
Dalam keterangannya, Erlis mengaku sempat bertemu dengan Faruq sesaat setelah diamankan. Saat itu, kata dia, Faruq mengeluhkan telah dipukul dan memperlihatkan benjolan di bagian pelipis yang diduga dialaminya saat proses pengamanan. Setelah pertemuan singkat tersebut, Erlis mengaku tidak lagi mengetahui keberadaan Faruq.
Sepulang dari lokasi, Erlis melaporkan kejadian itu kepada Damang Kepala Adat Kecamatan Telawang, Yustinus Salin Kupang.
“Ambil saja pikapnya itu, karena orangnya (sekuriti) tidak mengaku,” kata Erlis menirukan arahan Damang.
Erlis kemudian kembali ke lokasi bersama sejumlah warga dan membawa pulang mobil pikap tersebut. Namun Faruq tidak ikut bersama mereka.
Kabar hilangnya Faruq membuat suasana keluarga korban semakin terpukul. Menurut Erlis, istri Faruq sempat pingsan hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Pada saat yang sama, anak mereka juga sedang menjalani perawatan di rumah sakit karena sakit.
Baca Juga : Yang Hilang Setelah Sawit Datang, Dari Kebun Karet hingga Gugatan 179 Hektare
Sementara itu, Damang Kepala Adat Kecamatan Telawang, Yustinus Salin Kupang, membenarkan bahwa ratusan warga telah menyampaikan laporan kepadanya terkait hilangnya Faruq.
Menindaklanjuti laporan tersebut, ia langsung berkoordinasi dengan Polres Kotawaringin Timur dan Polda Kalimantan Tengah untuk memastikan apakah korban diamankan oleh aparat kepolisian.














Discussion about this post